counter

PTPN IV edukasi siswa SMN pentingnya pendidikan abad 21

PTPN IV edukasi siswa SMN pentingnya pendidikan abad 21

Konsultan Pendidikan PTPN IV DR Mutsyuhito Solin mengedukasi pelajat peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) pentingnya pendidikan abad 21. SMN 2019 ini akan berangkat ke Sulawesi Tengah. (ANTARA/Irsan)

Sistem penilaian ke depan lebih berbasis portofolio dari hasil karya siswa
Medan (ANTARA) - PTPN IV mengedukasi siswa peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sumatera Utara tentang pentingnya pendidikan untuk menghadapi masa depan yang serba global dan universal.

Konsultan Pendidikan PTPN IV DR Mutsyuhito Solin di Medan, Selasa, mengatakan, seiring perkembangan zaman yang serba global, pendidikan juga terus mengalami perkembangan yang nantinya lebih mengutamakan profesionalitas.

"Artinya di masa depan orientasinya belajar bukan lagi untuk mencari gelar, tetapi lebih besar dari itu adalah untuk mengembangkan profesionalitas pada diri individu," katanya.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri pada pembekalan kepada siswa asal Sumatera Utara yang akan mengikuti Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 yang akan berangkat ke Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut Solin yang juga konsultan pendidikan di Dinas Pendidikan Sumut itu mengatakan, ciri pendidikan masa depan akan lebih berfokus pada pemupukan potensi unggul setiap peserta didik, juga keseimbangan kecerdasan baik kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spiritual, kinestetis dan mengedepankan keterampilan hidup termasuk keterampilan sosial.

"Sistem penilaian ke depan lebih berbasis portofolio dari hasil karya siswa, pembelajaran berbasis kehidupan nyata dan praktik lapangan," kata staf pengajar di Universitas Negeri Medan (Unimed) itu.

Untuk itu ia memotivasi para siswa peserta SMN agar lebih giat belajar untuk mengembangkan kemampuan individual karena tantangan masa depan akan lebih komplit dan membutuhkan sosok-sosok yang profesional dan memiliki skill.

"Ada empat pilar pendidikan yakni belajar untuk mengetahui, belajar untuk berbuat, belajar untuk hidup bersama dan belajar untuk menjadi diri sendiri. Nah itu harus kita pedomani dan ingat belajar itu tidak kenal waktu dan tempat, tapi belajarlah sepanjang hayat," katanya.

SMN 2019 ini diikuti oleh 35 siswa yang berasal dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, termasuk dua di antaranya siswa berkebutuhan khusus dan akan berangkat ke Sulawesi Tengah.

PIC dari Program SMN 2019 di Provinsi Sumatera Utara yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan Co-PIC adalah PT. Kawasan Industri Medan (KIM) dan Jasa Tirta I.



 Baca juga: Para siswa Sumut bangga terpilih jadi peserta SMN
Baca juga: PT Kim motivasi siswa SMN lebih melek teknologi

 

Pewarta: Juraidi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa Sumut diajak memahami industri di PTPN IV dan PT KIM

Komentar