counter

Yen melonjak, yuan jatuh karena perang perdagangan meningkat

Yen melonjak, yuan jatuh karena perang perdagangan meningkat

Mata uang yen (Reuters)

Tokyo (ANTARA) - Yen menguat pada perdagangan Senin pagi, karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven setelah peningkatan tajam dalam perang perdagangan AS-China, yang menghancurkan kepercayaan investor dan menggelapkan prospek ekonomi global.

Sementara, yuan juga jatuh di perdagangan luar negeri, terbebani oleh ekspektasi perlambatan yang lebih dalam di China karena dua ekonomi terbesar dunia itu saling berbalas tarif perdagangan.

Franc Swiss dan emas, dua aset yang dicari selama masa penghindaran risiko tinggi, melonjak di awal perdagangan Asia.

Pasar keuangan bisa berada dalam perjalanan kasar dalam waktu dekat karena investor cenderung mengalihkan uang dari saham ke aset yang kurang berisiko, seperti utang, emas, dan mata uang safe-haven.

"Spekulan datang ke pasar sangat awal untuk menekan dolar/yen," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo.

"Fakta bahwa yuan di luar negeri turun sebanyak ini menunjukkan spekulan menjadi sedikit liar. Perang dagang mendorong semua gerakan ini, dan saya tidak melihat ini berakhir dalam waktu dekat. "

Yen melonjak ke 104,46 per dolar AS, tertinggi sejak flash crash Januari ini, sebelum memangkas kenaikan ke 104,70, naik lebih dari 0,5 persen.

Yen selanjutnya akan menargetkan 104,10 per dolar AS, yang merupakan level tertinggi yang dicapai selama flash crash pada 3 Januari yang mengguncang pasar keuangan, kata Ishizuki.​​​​​​ dari Daiwa Securities.

Di pasar luar negeri, dolar AS naik 0,6 persen menjadi 7,1850 yuan, rekor tertinggi.

Saham-saham AS jatuh pada Jumat (23/8/2019) ketika Presiden Donald Trump mengumumkan bea tambahan lima persen atas 550 miliar dolar AS barang-barang China yang ditargetkan, beberapa jam setelah Beijing meluncurkan tarif pembalasan atas produk-produk AS senilai 75 miliar dolar AS.

Pada pertemuan G7 di Prancis selama akhir pekan, Trump menyebabkan beberapa kebingungan dengan menunjukkan ia mungkin memiliki pemikiran kedua tentang tarif.

Gedung Putih pada Minggu (25/8/2019) mengklarifikasi komentar tersebut, mengatakan Trump berharap dia telah menaikkan tarif untuk barang-barang China bahkan lebih tinggi minggu lalu, bahkan ketika dia mengisyaratkan tidak berencana untuk menindaklanjuti tuntutan bahwa AS menutup operasi di China.

Yen juga melonjak sekitar satu persen terhadap dolar Australia dan dolar Selandia Baru.

Dolar AS turun 0,2 persen menjadi 0,9729 franc Swiss.

Harga emas di pasar spot juga naik 1,4 persen menjadi 1.548,93 dolar AS per ounce.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup lebih tinggi didukung pelemahan yen

Baca juga: Dolar AS di Tokyo diperdagangkan di paruh tengah 106 yen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nilai ekspor Mei 14,74 miliar dolar AS

Komentar