counter

Putri pariwisata Sulsel diingatkan tidak tinggalkan shalat

Putri pariwisata Sulsel diingatkan tidak tinggalkan shalat

Ketua TP PKK Sulsel Lies F Nurdin.ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar (ANTARA) - Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Lies F Nurdin memberikan wejangan sekaligus mengingatkan putri pariwisata Sulsel yang akan mengikuti karantina untuk tidak meninggalkan shalat yang menjadi kewajibannya sebagai umat Islam.

Istri Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah itu mengatakan Adila akan berangkat mengikuti karantina Putri Pariwisata Nasional yang dimulai pada 31 Agustus 2019 untuk selanjutnya berlaga di grand final pada 6 September 2019.

"Iya, semoga sukses bisa membawa nama baik Sulsel dan lebih menggaungkan Sulsel di kancah nasional. Jangan lupa shalat, ya," pesan Lies dalam keterangannya di Makassar, Kamis.

Baca juga: Dinas Pariwisata Sulteng mulai seleksi Putri Pariwisata 2019

Baca juga: Dua Putri Pariwisata promosi Indonesia di Spanyol

​​​​​​Dukungan besar juga diberikan Denny Irawan selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel.

"Satu hal, putri pariwisata yang mewakili Sulsel ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Karena membawa nama besar Sulsel, diharapkan dapat berupaya memberikan citra yang baik. Apalagi pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Bapak Gubernur," katanya.

Adila Amalia Irvan akan mengikuti proses karantina pemilihan Putri Pariwisata Nasional 2019

Nantinya, Adila akan menampilkan beragam budaya khas Sulsel. Gadis cantik satu ini akan menampilkan kostum dengan budaya Toraja, Luwu Timur, Makassar dan Mandar.

Tidak hanya itu, sesuai dengan misi untuk memajukan potensi pariwisata di Sulsel, Adila juga akan mempromosikan salah satu objek wisata yang belum banyak orang ketahui, yakni, Danau Matano di Sorowako, Luwu Timur. Danau tersebut merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan danau urutan delapan terdalam di dunia.*

Baca juga: Indonesia berjaya di ajang putri pariwisata internasional 2018

Baca juga: Putri Riri runner-up Miss Asia Awards 2018

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Deklarasi damai anak-anak Papua dan ormas se-Sulsel

Komentar