Menkes katakan perilaku hidup sehat kurangi defisit BPJS Kesehatan

Menkes katakan perilaku hidup sehat kurangi defisit BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan penghargaan pada kepala daerah yang berhasil menjalankan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Jakarta, Rabu. (indriani)

Kalau kita tidak sehat, maka penyakit akan terjadi terus. Oleh karena itu, penting mengubah perilaku kita.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek mengatakan perilaku serta lingkungan yang sehat dapat mengurangi defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"BPJS Kesehatan itu mengalami defisit karena banyak orang tidak sehat. Coba perilakunya dan lingkungannya sehat maka tidak akan sakit," ujar Nila usai penyerahan penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil menjalankan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan lingkungan yang kotor akan menyebabkan banyak yang sakit. Untuk itu perlu menjaga kualitas lingkungan agar kualitas kesehatan semakin membaik.

Menurut dia, perilaku buang air besar sembarangan sangat berkaitan dengan BPJS Kesehatan.

"Kalau kita tidak sehat, maka penyakit akan terjadi terus. Oleh karena itu, penting mengubah perilaku kita," ujar dia.

Nila juga menambahkan pihaknya ingin mendorong agar masyarakat mengerti pentingnya perilaku hidup sehat, bukan sekadar naiknya iuran BPJS Kesehatan.

Nila juga menjelaskan kesadaran masyarakat akan kesehatan harus terus dibangun. Kondisi yang ada saat ini memprihatinkan, contohnya saja cuci darah membutuhkan biaya sekitar Rp700.000 hingga Rp1000.000 dan itu semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Sekarang iurannya hanya Rp25.000, cuci darah harganya sekitar Rp700.000 maka ada sekitar 30 orang yang menanggungnya. Seharusnya hal itu tidak benar, maka perilaku harus diubah," ucap Nila.

Menkes juga mengajak dunia usaha untuk mendukung perilaku hidup sehat, dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak membahayakan kesehatan.

Ketua Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Dr Syarif Fasha mengatakan pihaknya terus mengajak kepala daerah untuk peduli dengan STBM.

"Pembangunan tidak hanya jembatan ataupun jalan raya, pembangunan yang sebenarnya pada hulunya yaitu masyarakat itu sendiri," katanya.

Para kepala daerah diajak untuk memasukkan agenda STBM tersebut dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Dengan demikian, daerah tidak hanya mengurusi orang sakit saja tetapi berupaya untuk mengajak untuk berprilaku hidup sehat.
Baca juga: Menkes harapkan guru jadi teladan hidup sehat
Baca juga: Sekolah berperan tanamkan perilaku hidup bersih pada anak
Baca juga: Perilaku sehat turunkan 92% risiko penyakit jantung

Pewarta: Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPJS Kesehatan tak boleh kurangi manfaat karena alasan defisit

Komentar