Kami yang terlibat acara ini, sekitar 50 orang
Jakarta (ANTARA) - Kelompok pemuda bernama Aktivis Milenial dan Aktivi (Z) yang beranggotakan anak-anak muda terdiri atas mahasiswa maupun pelajar melakukan kegiatan mengecat fasilitas umum rusak pascademo di seputar area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

"Kami yang terlibat acara ini, sekitar 50 orang," kata Mardhy yang merupakan narahubung kegiatan yang diselenggarakan Aktivi (Z), Jumat.

Aksi ini didasari atas keresahan para anak muda melihat fasilitas-fasilitas umum di Jakarta pascademo yang rusak akibat coretan-coretan yang menghilangkan nilai estetika.

Para peserta aksi ini menilai kegiatan mengecat tembok yang penuh coretan pascademo itu merupakan cara mereka mengekspresikan pendapat mereka sebagai masyarakat Indonesia.

Baca juga: Penggalakan literasi jadi prioritas utama bagi generasi millenial
Baca juga: Videographer Pontianak juarai millenial tourism Kemenpar


"Iya ini salah satu bentuk kita juga buat tunjukin aspirasi kita, kita sih sukanya aksi yang 'santuy'," kata salah satu peserta aksi 'Santuy (Banget)'.

Berdasarkan pantauan Antara, anak- anak muda yang mengikuti acara mengecat tembok yang penuh dengan coretan pascademo itu terdiri dari usia 16 tahun hingga 25 tahun.

Beberapa dari mereka menggunakan seragam sekolah SMAN 90 Jakarta. Saat ditanya mengenai izin, mereka menceritakan bahwa sekolahnya mendukung.

"Kasih taunya udah dari dua hari yang lalu, bagian kesiswaan pun mendukung. Kita bertujuh diizinkan jadinya, " kata Amira yang merupakan peserta sekaligus anggota OSIS dari SMAN 90 Jakarta.

Baca juga: Amerta Indah Otsuka bidik millenial promosikan gaya hidup sehat

Sebelumnya, aksi demo yang berakhir ricuh di depan DPR meninggalkan banyak kerusakan fasilitas umum termasuk coretan di tembok-tembok dekat dengan jalan utama yang sering dilewati kendaraan umum.

Contohnya seperti coretan di tembok bekas pembangunan monorail di Jalan Asia Afrika banyak yang tercoret dengan tulisan 'Save KPK', ataupun 'DPR 4.0'.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2019