Aktivitas belajar mengajar belum optimal di Wamena

Aktivitas belajar mengajar belum optimal di Wamena

STISIP Yapis Wamena yang dibakar saat kerusuhan Senin (23/9/2019). (Dok.STISIP Wamena)

Jayapura (ANTARA) - Kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah di Wamena, Senin, belum berlangsung secara optimal.

Plh. Kadis Pendidikan Jayawijaya Bambang Budi Handoyo kepada Antara, Senin mengakui sekolah-sekolah saat ini sudah dibuka kembali, namun aktivitas belajar mengajar belum dilakukan akibat masih banyaknya guru dan murid yang mengungsi.

Walaupun sekolah terutama yang berada di kota Wamena sudah dibuka namun aktivitas belajar-mengajar belum dilakukan.

Hari pertama setelah kerusuhan yang terjadi Senin (23/10) di sekolah-sekolah diisi dengan ibadah dan kegiatan rekreatif serta pemulihan (trauma healing) yang dilakukan relawan dari Kemensos dan WVI.

Baca juga: Siswa menikmati bermain di hari pertama sekolah usai kerusuhan Wamena

Baca juga: Panglima TNI: Sekolah di Wamena normal kembali mulai 7 Oktober


Jumlah relawan yang akan melakukan pemulihan trauma akan bertambah sehingga diharapkan trauma para pelajar berkurang bahkan hilang, kata Bambang yang dihubungi dari Jayapura.

Ketika ditanya kapan kegiatan belajar mengajar mulai dilaksanakan, Bambang mengaku belum dapat memastikan karena dari 460 guru, separuh diantaranya mengungsi keluar Wamena.

Kepala sekolah sudah diminta untuk mendata guru-gurunya yang mengungsi.

Dari data tercatat 19 sekolah yang mengalami dampak kerusuhan, bahkan ada satu sekolah yang ruang kepala sekolahnya dibakar sedang lainnya dirusak perusuh, kata Bambang.*

Baca juga: Perusuh sempat masuk ke sekolah saat kerusuhan terjadi di Wamena

Baca juga: Wagub: Prioritaskan sekolah anak perantau Minang dari Wamena

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KILAS BALIK 2019 - SEPTEMBER: Dari OTT KPK hingga unjuk rasa tolak revisi UU KPK

Komentar