counter

Gorong-gorong dikeruk di Kebon Jeruk antisipasi banjir

Gorong-gorong dikeruk di Kebon Jeruk antisipasi banjir

Petugas gabungan dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air dan PPSU Jakarta Barat melakukan pengerukan sedimen di gorong-gorong Jalan Raya Perjuangan Kebon Jeruk Jakarta Barat, untuk mengantisipasi banjir, Kamis (10/10/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

Gorong-gorong tersebut dipenuhi sedimen lumpur yang cukup tebal
Jakarta (ANTARA) - Petugas gabungan dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Jakarta Barat melakukan pengerukan sedimen di gorong-gorong sepanjang Jalan Raya Perjuangan Kebon Jeruk untuk mengantisipasi banjir.

Salah satu petugas UPK Badan Air Jakarta Barat Endriyanto mengatakan pembersihan gorong-gorong sepanjang satu kilometer dikerjakan sekitar 25 petugas secara bergantian.

"Gorong-gorong tersebut dipenuhi sedimen lumpur yang cukup tebal. Sampah diperkirakan endapan lama karena sudah padat dan lemak campur menjadi satu," ujar Endriyanto di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Pengerukan kali di Jakarta Barat ditargetkan selesai akhir Oktober

Petugas mengalami kesulitan menguras gorong-gorong tersebut, karena tertutup dengan cor dan minimnya udara di dalam menjadi kendala bagi para petugas.

Sehingga, petugas bekerja bergantian selama 10 menit demi keselamatan. Sebab, gas yang ditimbulkan dari sedimen lumpur dikhawatirkan membahayakan tubuh.

"Karena kami menghindari radiasi gas monoksida yang ditimbulkan dari limbah. Karena di dalam itu sangat bau dan pengap sehingga mengganggu pernafasan," kata Endriyanto.

Baca juga: Lumpur Anak Kali Pesanggrahan dikeruk untuk cegah luapan banjir

Sekitar dua jam menguras gorong-gorong, sudah ada puluhan karung berisi lumpur dan sampah yang diangkut ke mobil pikap dan gerobak motor petugas.

Endriyanto mengatakan lantaran sulitnya akses untuk pengerukan dan banyaknya tumpukan sedimen, pengerjaan dilakukan kurang lebih selama tiga hari.

Baca juga: Kali Cakung dikeruk 1,5-2 meter antisipasi banjir





 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alur Sungai Mentaya dangkal, perlu pengerukan

Komentar