APKORI beberkan tugas yang harus diselesaikan Menpora Zainudin

APKORI beberkan tugas yang harus diselesaikan Menpora Zainudin

Menpora Zainudin Amali menyalami pejabat di Kemenpora usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (23/10/2019). ANTARA/Asep Firmansyah/pri. (ANTARA/Asep Firmansyah)

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (APKORI) menyebutkan ada sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang baru dilantik pada Rabu, Zainudin Amali.

“Kami mengapresiasi Menpora RI yang baru saja dilantik hari ini, bapak Zainudin Amali. Tentunya ada tugas-tugas yang sudah menunggu untuk diselesaikan, yakni tugas jangka pendek dan jangka panjang,” kata Ketua APKORI Djoko Pekik Irianto kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, ada empat tugas utama jangka pendek yang harus segera diselesaikan oleh Menpora. Pertama, mengembalikan marwah Kemenpora dan kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Menpora Zainudin diharapkan beri perhatian khusus ke bulu tangkis

Kedua, menata dan menempatkan SDM yang betul-betul mempunyai kompetensi dan integritas tinggi di Kemenpora. Ketiga, memastikan kesiapan kontingan Indonesia ke SEA Games 2019 dan penyelenggaraan PON 2020 di Papua.

“Keempat, yaitu sinergikan kinerja stake holder olahraga, terutama KONI dan KOI. Lebih bagus lagi kalau KONI dan KOI dijadikan satu supaya tidak tumpang tindih. Ajak KONI dan KOI untuk duduk bersama membahas penggabungan itu, atau kalau perlu, buat pakta integritas,” ujar Djoko.

Sementara itu, dia menuturkan ada dua tugas jangka panjang untuk Zainudin Amali. Pertama, memastikan sistem bina prestasi olahraga berjalan dengan tepat atau on the track. Dalam hal ini, Kemenpora harus berperan sebagai regulator, bukan eksekutor.

Baca juga: Riko Simanjuntak berharap Menpora benahi infrastruktur sepak bola

“Jadi, tugas Kemenpora bukan sebagai pelaksana atau eksekutor, tetapi regulator. Dengan begitu, Kemenpora bertugas mengawal dan mendukung kemajuan olahraga di Tanah Air. Jangan tumpang tindih dengan tugas eksekutor,” tutur Djoko.

Tugas jangka panjang yang kedua, lanjut dia, yaitu menyiapkan penawaran (bidding) terkait rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Yakinkan kepada dunia, termasuk 205 anggota IOC, bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Salah satu caranya, yaitu dengan melakukan lobi atau pendekatan. Yang pasti, Menpora baru ini kami harap bisa segera tune in dengan dunia olahraga Indonesia beserta permasalahannya,” ungkap Djoko.

Baca juga: Febi Widhianto berharap Menpora baru perhatikan pembinaan tenis

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Piala Dunia U-20, Indonesia tunggu arahan FIFA

Komentar