Jakarta panas, 800 pasien kunjungi Puskesmas Kramatjati per hari

Jakarta panas, 800 pasien kunjungi Puskesmas Kramatjati per hari

Petugas medis melayani pemeriksaan kesehatan pasien di Puskesmas Kramatjati, Jakarta Timur. Jumlah pasien yang mengakses layanan kesehatan setiap harinya berkisar 600 hingga 800 orang. (ANTARA/HO-Puskesmas Kramatjati)

Kalau rata-rata per hari bisa sampai 600 pasien yang berkunjung, tapi kalau layanan 24 jam bisa 700 sampai 800 pasien per hari
Jakarta (ANTARA) -
Petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kramatjati, Jakarta Timur, mencatat jumlah kunjungan pasien selama suhu cuaca panas mencapai 800 orang per hari.
 
"Kalau rata-rata per hari bisa sampai 600 pasien yang berkunjung, tapi kalau layanan 24 jam bisa 700 sampai 800 pasien per hari," kata Kepala Puskesmas Kramatjati, Inda Mutiara, di Jakarta, Rabu sore.
 
Jumlah tersebut masuk dalam kriteria normal, hanya jenis penyakitnya yang berkaitan dengan suhu panas tercatat lebih dominan.

Baca juga: BMKG sebut Indonesia bukan dilanda gelombang panas tapi suhu panas
 
Menurut Inda, pasien yang datang memiliki berbagai keperluan pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga yang jatuh sakit.
 
Keluhan yang dominan, kata dia, adalah penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ispa) yang dipicu udara kotor mencapai 29 persen.
 
Selain itu, pasien juga mengeluhkan dehidrasi yang dipicu kekurangan asupan air.

Baca juga: Masyarakat keluhkan suhu udara Jakarta hingga 37 derajat celcius
 
Untuk penyakit akibat tekanan darah tinggi mencapai 18 persen, diabetes 12 persen, masalah lambung 8 persen dan nyeri sendi 8 persen.
 
Cuaca panas di Jakarta Timur juga dirasakan pegawai maupun tim medis Puskesmas Kramatjati dalam beberapa hari terakhir.
 
"Cuaca Jakarta saat ini memang cukup panas. Bahkan udara yang terbawa ke dalam ruang Puskesmas sudah seperti di pesisir laut (panas). Mudah-mudahan tidak berdampak pada pasien yang berobat di Puskesmas," katanya.

Baca juga: Panas ekstrem? Lakukan hal ini agar tetap bugar
 
Inda berbagi tips kepada masyarakat untuk menghindari sejumlah penyakit yang rentan terjadi akibat udara panas.
 
"Saran untuk cuaca panas agar perbanyak konsumsi cairan, menjaga makanan sehat, buah-buahan untuk mencegah dehidrasi," katanya.
 
Inda juga menyarankan agar masyarakat mengenakan pakaian yang nyaman jika banyak aktifitas di jalan raya.

Baca juga: Hoaks, gelombang panas ekstrem landa Indonesia hingga tiga hari ke depan
 
"Jangan lupa pakai pelindung untuk hidung atau masker (mencegah debu), pakai payung untuk melindungi sengatan matahari langsung," katanya.
 
Untuk wanita, kata Inda, disarankan menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV yang tinggi.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suhu panas ekstrem, harga telur ayam rendah

Komentar