SEA Games 2019

Pelatihan di Kunming tingkatkan daya tahan perenang jelang SEA Games

Pelatihan di Kunming tingkatkan daya tahan perenang jelang SEA Games

Dengan pengawasan pelatih David Armandoni, perenang timnas Indonesia yang terdiri dari Fadlan Prawira, Muhammad Fachri, Farrel Armandio Tangkas, Azzahra Permatahani, A.A. Istri Kania Ratih, Adinda Larasati Dewi, Nurul Fajar dan Vannesae Evato, melaksanakan pelatihan selama dua minggu di Kunming, China. (PRSI)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional renang Indonesia David Armandoni menuturkan bahwa kini daya tahan perenang semakin baik dan siap bertanding di SEA Games 2019 usai mengikuti pelatihan selama dua minggu di Kunming, China.

"Kami berlatih dua minggu di Kunming, dan itu cukup waktunya. Tentu dengan kadar oksigen yang tipis kami bisa meningkatkan daya tahan para perenang," ujar David di Jakarta, Kamis.

Saat ini timnas renang mulai berlatih di Kolam Renang Gelora Bung Karno, Jakarta, yang menjadi latihan perdana mereka usai menyelesaikan latihan di dataran tinggi Kunming dengan elevasi mencapai 1.800 meter di atas permukaan laut.

Dibawah asuhan David, para perenang yang berlatih di antaranya Fadlan Prawira, Muhammad Fachri, Farrel Armandio Tangkas, Azzahra Permatahani, A.A. Istri Kania Ratih, Adinda Larasati Dewi, Nurul Fajar dan Vannesae Evato.

"Kami baru tiba dari Kunming. Jadi belum semuanya berlatih dan saat ini hanya berlatih ringan," ujar David menambahkan.

Berdasarkan informasi yang ia sampaikan, rencananya timnas akan berlatih di Jakarta sampai 8 November, dan kemudian akan bertolak ke Bali pada 9 November.

Selama di Jakarta, seluruh perenang pelatnas akan mengikuti uji coba di kejuaraan kolam 25 meter yang berlangsung di Jakarta International School 1-2 November 2019.

Baca juga: Persiapan terakhir, timnas renang akan latihan di China

Baca juga: Federasi renang ingin ulang prestasi SEA Games 2017


"Saya akan coba kemajuan para perenang di JIS yang menggunakan kolam jarak pendek. Beberapa hal yang bisa dipelajari adalah jump start, under water, kecepatan dan pembalikan. Yang utama dari lomba jarak pendek adalah perenang bisa menikmati atau tidak stress seperti tampil di kolam 50 meter yang penuh tekanan," katanya menerangkan.

"Berlatih di dataran tinggi, kita bisa melihat kemajuannya dalam kurun waktu 20-40 hari ke depan. Dan di SEA Games 2019, kurang lebih satu bulan. Jadi ini waktu yang tepat untuk para perenang kita agar bisa menunjukan stamina yang lebih baik lagi," ujar pelatih asal Prancis ini.

Fadlan Prawira, perenang jarak jauh andalan Indonesia juga mengakui banyak hal positif yang bisa dipetik usai berlatih di Kunming.

"Tentu banyak kelebihan yang kami dapat usai berlatih di dataran tinggi dengan oksigen tipis. Ketahanan kami bertambah, semoga bisa menambah kekuatan saat di SEA Games nanti," tutur Fadlan.

Baca juga: Persiapan SEA Games, 10 atlet renang Indonesia latihan di China

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perenang Indonesia kembali rebut 4 emas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar