IBL

Prawira lampiaskan kekesalan di Piala Presiden dengan lumat Louvre

Prawira lampiaskan kekesalan di Piala Presiden dengan lumat Louvre

Pebasket Prawira Bandung Arif Hidayat (kanan) berusaha mencari posisi di bawah kawalan ketat pemain Louvre Surabaya Samuel Bennedick Pelmelay dalam laga lanjutan Piala Presiden Bola Basket di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis (21/11/2019). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Solo (ANTARA) - Prawira Bandung melampiaskan kekesalan mereka di turnamen Piala Presiden Bola Basket dengan melumat Louvre Surabaya 90-54 dalam laga kedua ajang pramusim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2020 tersebut di GOR Sritex Arena, Solo, Kamis.

Baca juga: Jadwal Piala Presiden hari ini, kesempatan terakhir tiga tim jaga asa

Hasil itu jadi penghiburan bagi Prawira yang dipecundangi Satria Muda Pertamina Jakarta 43-66 di laga sebelumnya.

Grafik penampilan Prawira menanjak drastis ketika menghadapi Louvre. Tingkat akurasi tembakan terbuka naik dari 23 persen menjadi 50 persen, bahkan hampir separuh percobaan tripoin terkonversi menjadi angka.

Arif Hidayat jadi penyumbang angka terbanyak Prawira dalam kemenangan kali ini dengan 24 poin, yang 18 di antaranya ia dapatkan dari tripoin.

Hans Abraham turut membantu dengan 16 poin, Firman Dwi Nugroho 14 poin dan Muhammad Diya'ul Haq sembilan poin serta tujuh rebound.

Sebaliknya bagi Louvre, laga debut mereka di kompetisi resmi berakhir dengan kontribusi terbanyak datang dari pemain gaek Wendha Wijaya dengan 12 poin dan empat assist, diikuti masing-masing 10 poin milik Daniel Wenas, Kevin Moses Poetiray, dan Dio Tirta Saputra.

Baca juga: Arki pimpin Satria Muda atasi Prawira di Piala Presiden

Hasil itu membuat Prawira untuk sementara naik ke puncak klasemen Grup C dengan raihan tiga poin dan selisih skor surplus 13 poin. Prawira menggusur Satria Muda (2 & +23) ke posisi kedua, namun pesaingnya itu baru akan menghadapi Louvre di laga pamungkas Jumat (22/11).

Situasi Prawira saat ini sangat membuka peluang bagi mereka lolos ke babak semifinal sebagai tim peringkat kedua terbaik turnamen.


Jawaban tegas

Para pemain Prawira memasuki pertandingan dengan pertanyaan besar dari Gibi menyusul kekalahan telak melawan Satria Muda Pertamina Jakarta di laga pertama.

Separuh kuarter pertama berjalan, jawaban dari para pemain Prawira cukup menjanjikan, mereka unggul 14-6 atas Louvre. Upaya Louvre untuk mengimbangi Prawira menemui hasil positif ketika tembakan tripoin Daniel Wenas melesak pada sisa waktu tiga menit sembilan detik dan mereka berbalik unggul 17-16.

Namun demikian, konsistensi diperlihatkan para pemain Prawira yang berhasil menutup kuarter pertama dengan keunggulan 25-22 atas Louvre.

Baca juga: Gibi damprat para pemain Prawira usai dipecundangi Satria Muda

Prawira tampil lebih klinis pada kuarter kedua. Setelah Louvre dua kali mendekat dan memangkas jarak menjadi satu poin pada awal dan pertengahan kuarter kedua, namun Prawira berhasil menjauh dalam keunggulan tegas 46-35 kala paruh pertama laga berakhir.

Hanya saja, Prawira sejak sisa waktu enam menit 21 detik kuarter kedua harus kehilangan sang kapten Diftha Pratama yang melakukan pelanggaran "unsportmanlike" keduanya, sehingga diusir oleh wasit dari lapangan.

Tanpa Diftha, peran motor serangan Prawira diampu bergantian oleh Arif, Hans dan Januar Kuntara. Berbarengan dengan hal itu, permainan mereka kian efisien. Sedikitnya sembilan dari 15 percobaan tembakan yang dilepaskan para pemain Prawira melesak menjadi angka.

Raupan 26 poin tambahan dibarengi keberhasilan Prawira mengetatkan pertahanan demi meredam Louvre yang sejak sisa waktu semenit 58 detik tanpa Wenas yang harus dipapah meninggalkan lapangan karena cedera. Prawira menutup kuarter ketiga dengan keunggulan tegas 72-47.

Ketenangan Prawira berlanjut pada kuarter pamungkas, meski hanya meraih 18 poin tambahan, itu cukup untuk memastikan kemenangan 90-54, sebab dibarengi kemampuan mengunci lini serang Louvre yang cuma memperoleh tujuh poin saja pada periode yang sama.

Baca juga: Dipastikan tanpa tiga pemain, Hangtuah optimistis hadapi laga kedua

Baca juga: Arki tegaskan Satria Muda masih cari kepaduan di bawah pelatih anyar

Baca juga: Momentum vs konsentrasi, beda reaksi pelatih Hangtuah dan Satya Wacana

Baca juga: Menang relatif mudah, Pelita Jaya mau nikmati gim kedua Piala Presiden

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar