Angin kencang di Sumba Timur akibatkan belasan rumah rusak

Angin kencang di Sumba Timur akibatkan belasan rumah rusak

Bupati Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gideon Mbiliyora. (FOTO ANTARA/Bernadus Tokan)

Tim sudah melakukan pendataan. Jumlah bangunan rumah yang rusak sebanyak 18 unit, dan satu gedung sekolah
Kupang (ANTARA) - Sebanyak 18 rumah dan bangunan sekolah SMP Negeri 2 Kondamara di Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan, akibat bencana angin kencang melanda wilayah itu.

"Tim sudah melakukan pendataan. Jumlah bangunan rumah yang rusak sebanyak 18 unit, dan satu gedung sekolah," kata Bupati Sumba Timur Gideon Mbiliyora, Rabu.

Bupati yang menghubungi ANTARA dari Waingapu, Sumba Timur, menjelaskan dampak dari angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah itu selama beberapa hari terakhir ini.

Menurut dia, kerusakan bangunan rumah itu hanya terpusat di Desa Kondamara, Kecamatan Lewa, Sumba Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Martina D Jera, secara terpisah menjelaskan, dari 18 rumah yang rusak, lima unit rusak berat, lima rusak sedang, sembilan rusak ringan.

Ia menambahkan warga yang rumahnya rusak berat diarahkan mengungsi ke rumah tetangga dan keluarga terdekat. Sementara warga lainnya membangun rumah darurat sebagai tempat tinggal sementara.

Martina menyebut warga yang rumahnya mengalami rusak berat yakni Umbu Ngodu Liwar, Yohanes Pindingara, Yohanis Renggi Tay, Lakar Enda dan Yohanes Njuruhapa.

Rumah rusak sedang milik Lu Pindingara, Benyamin Balla Njurumana, Yonathan Hota Kilimandu, Daniel Kowodu Ndamayelu dan SMPN 2 Kondamara.

Rumah rusak ringan milik Herman Umbu Munggul, Simon Pati Ndamung, Kalendi Wawu, Ance Kondameha, Pdt. Yosua Maramba Ama, Aser Hambapulu, Ferdinan Kale, Banja Oru Hama dan Hiwa Radamuri. 

Baca juga: Untuk penanggulangan bencana Sumba Timur-NTT siapkan dana Rp4 miliar

Baca juga: 34 warga Sumba Timur dirawat di rumah sakit akibat DBD

Baca juga: Masih tersedia, paket bantuan bencana di Sumba Timur

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menikmati wisata ekstrem nan eksklusif di Pulau Komodo

Komentar