Saham Tokyo ditutup menguat didukung harapan baru perdagangan

Saham Tokyo ditutup menguat didukung harapan baru perdagangan

Tokyo Stock Exchange (TSE). ANTARA/REUTERS/Yuya Shino/am.

Indeks Nikkei 225 bertambah 164,86 poin atau 0,71 persen menjadi 23.300,09 poin
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Tokyo meningkat pada penutupan perdagangan Kamis, menyusul petunjuk kuat dari Wall Street karena hidupnya kembali harapan untuk kesepakatan perdagangan sementara antara dua ekonomi utama akan dicapai.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 164,86 poin atau 0,71 persen, dari tingkat penutupan Rabu (4/12/2019), menjadi mengakhiri perdagangan di 23.300,09 poin.

Baca juga: Bursa saham Seoul berakhir 0,39 persen lebih rendah
Baca juga: Saham Australia ditutup menguat setelah rugi dua hari beruntun


Sementara itu, Indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama di pasar Tokyo naik 8,14 poin atau 0,48 persen, menjadi mengakhiri perdagangan pada 1.711,41 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan besi dan baja, transportasi laut, dan produk logam paling banyak meraih keuntungan pada penutupan perdagangan. Sentimen pasar terangkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (4/12/2019) bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berjalan "sangat baik," terdengar lebih positif daripada pada Selasa (3/12/2019) ketika ia mengatakan kesepakatan perdagangan mungkin harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden AS tahun 2020.

Wall Street juga bangkit kembali dari penurunan hari sebelumnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena optimisme investor mendapat dorongan dari pernyataan Presiden Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,97 poin atau 0,53 persen, menjadi berakhir di 27.649,78 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,56 poin atau 0,63 persen, menjadi ditutup di 3.112,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir naik 46,03 poin atau 0,54 persen, menjadi 8.566,67 poin.

Baca juga: Wall Street bangkit kembali didukung optimisme perdagangan baru

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar