Hukum kemarin, kandidat hakim MK hingga penangkapan Jafar Shodik

Hukum kemarin, kandidat hakim MK hingga penangkapan Jafar Shodik

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari diumumkannya delapan kandidat hakim Mahkamah Konstitusi hingga penangkapan penceramah Jafar Shodik Alattas.

Berikut rangkuman beberapa berita hukum kemarin yang masih menarik dibaca hari ini:

1. Pansel hakim MK umumkan 8 kandidat hakim konstitusi

Jakarta (ANTARA) - Panitia seleksi (pansel) hakim Mahkamah Konstitusi mengumumkan 8 orang kandidat calon hakim konstitusi yang lolos hasil seleksi administrasi dan tes tertulis yang diajukan Presiden.

Baca selengkapnya di sini.

2. Hakim tolak nota keberatan Wawan

Jakarta (ANTARA) - Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak keberatan yang diajukan oleh Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang dan dugaan korupsi.

Baca selengkapnya di sini.

3. Bertemu Mahfud, BNN bahas peredaran narkoba di lapas

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD membahas berbagai langkah pemberantasan narkoba, termasuk peredaran barang haram itu di lembaga pemasyarakatan.

Baca selengkapnya di sini.

4. Penceramah Jafar Shodik ditangkap Bareskrim

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Bareskrim Polri menangkap penceramah Jafar Shodik Alattas di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Baca selengkapnya di sini.

5. Polda Riau sita narkoba bernilai puluhan miliar rupiah

Pekanbaru (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan jajaran berhasil menggagalkan petedaran 31,8 kilogram sabu-sabu, 25.027 ekstasi, 802 Happy Five serta 6,5 kilogram ganja kering senilai puluhan miliar rupiah selama operasi intensif yang digelar tiga pekan terakhir.

Baca selengkapnya di sini.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah janji berdayakan nelayan Natuna

Komentar