Washington (ANTARA News) - Badan antariksa AS, Minggu atau Senin dini hari WIB, akan meluncurkan sebuah pesawat penyelidik antariksa ke orbit tinggi di atas Bumi untuk mengkaji tepian tata surya, tempat angin surya berkurang pengaruhnya akibat dorongan dari antariksa bagian luar yang dingin. Penjelajah Tepian Antar-Bintang (IBEX) akan melakukan misi dua tahun guna mengambil berbagai foto dan memetakan batas-batas tata surya, miliaran kilometer jauhnya dari Bumi. IBEX akan dilengkapi dengan berbagai peralatan yang akan memungkinkan pesawat penyelidik itu mengambil berbagai gambar dan untuk pertama kalinya memetakan kawasan jauh yang dikenal sebagai perbatasan antar-bintang, tempat tata surya bertemu dengan antariksa antar-bintang. Kawasan yang luas terbentang itu penuh dengan gas yang bergolak dan medan magnetis. "Wilayah perbatasan antar-bintang sangat penting karena kawasan itu membentengi kita dari sinar kosmik galaktika yang berbahaya, yang kalau tak ada perisai dapat menerobos orbit Bumi dan membuat penerbangan antariksa manusia menjadi lebih berbahaya," kata David McComas, penyelidik utama IBEX dari Lembaga Riset Tenggara (SwRI) di San Antonio, Tewas, seperti dilaporkan AFP. Voyager 1 dan 2 Satu-satunya informasi yang diperoleh para ilmuwan mengenai kawasan ini berasal dari pesawat penyelidik Voyager 1 dan kembarannya Voyager 2 yang diluncurkan pada 1977 dan masih beroperasi hingga kini. Setelah terbang melewati Jupiter dan Saturnus, dan dalam kasus Voyager 2, Uranus dan Neptunus, kedua pesawat kini dalam perjalanan menuju wilayah luar tata surya. Pada Desember 2004, Voyager 1 mencapai kawasan yang oleh para ilmuwan digambarkan sebagai zona "termination shock", tempat angin matahari berubah menjadi gas antar-bintang, yang menandai tepi batas tata surya. Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) AS masih mengadakan kontak tetap dengan kedua pesawat penyelidik, yang mengirimkan data yang dicatat oleh detektor partikel kedua pesawat. Namun demikian, pada 2020 kontak dengan mereka akan terputus akibat kian melemahnya generator pembangkit listrik plutonium mereka. Misi IBEX juga akan mengkaji radiasi kosmik, yang menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia dan penjelajahan antariksa. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008