Menhub akan jadikan terminal Amplas Medan seperti Mall

Menhub akan jadikan terminal Amplas Medan seperti Mall

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Di Jakarta khususnya, kita menargetkan pada saat lebaran sudah online semuanya. Pak Wali dan Pak Wagub mungkin bisa mulai begitu,
Medan (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengembangkan terminal Terpadu Amplas Medan menjadi lebih modern dengan beragam fasilitas modern.
 
Nantinya, terminal bus akan menjadi seperti Mall yang dilengkapi dengan fasilitas hotel. Dimana para pengunjung yang datang tidak hanya transit dan naik bus saja, tetapi juga bisa beristirahat di terminal.
 
"Kita memiliki anggaran untuk membuat ini, dan kita jadikan juga tempat ini sama baiknya dengan Mall. Kita kerjasama dengan pihak swasta, kita bikin semacam Mall," katanya di Medan, Sabtu.
 
Selain itu, untuk pengembangan terminal bus, Menhub juga akan menerapkan sistem baru yakni sistem penjualan tiket bus secara online.

Baca juga: Terminal terpadu Amplas Medan ditinjau Menhub
 
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penipuan dan calo serta memudahkan masyarakat saat membeli tiket.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat melakukan peninjauan di terminal Terpadu Amplas Medan, Sabtu. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
 
"Di Jakarta khususnya, kita menargetkan pada saat lebaran sudah online semuanya. Pak Wali dan Pak Wagub mungkin bisa mulai begitu. Katakanlah belum bisa masuk sini, pembelian itu sebaiknya online," katanya.

Baca juga: Menhub akan terapkan sistem tiket online di Terminal Bus Medan
 
Untuk merealisasi sistem tersebut, tambah Budi Menhub akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan swasta dan perusahaan otobus (PO).
 
"Nah ini satu edukasi sistematis yang kita lakukan, menggunakan sistem pembayaran yang ada. Tapi mungkin Pemda udah mulai berfikir bagaimana sistem online yang ada di bus, disatukan," ujarnya.
 
Ia menyebutkan, sistem pembelian tiket online ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi level of servis menjadi lebih baik. Dengan sistem tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
 
"Dari situ kita tahu bahwa perusahaan memang profesional atau tidak. Kalau tidak online kan bisa aja masyarakat itu datang, dan tiba-tiba busnya jelek," ujarnya.

Baca juga: Menteri PUPR dan Menhub tinjau rest area di JTTS Lampung
 
 
 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar