Kadin dorong Sulsel bangun pabrik hilirisasi

Kadin dorong Sulsel bangun pabrik hilirisasi

Wakil Ketua Kadin Indonesia H Andi Rukman Nurdin Karumpa disela kujungannya I ke SMA Negeri 5 Makassar selaku Ketua Umum DPP IKA SMANL, Senin. ANTARA/Suriani Mappong/am.

Makassar (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong Sulawesi Selatan membangun pabrik hilirisasi produk pertanian untuk mengurangi ketergantungan komoditi impor dari China.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Kadin Indonesia H Andi Rukman Nurdin Karumpa di sela kunjungannya ke SMA Negeri 5 Makassar, Senin.

"Sulsel yang memiliki banyak potensi komoditi, perlu melakukan hilirisasi dari pengembangan pertanian dengan membangun pabrik pengolah komoditi," katanya.

Baca juga: Kadin dorong Pertamina percepat bangun kilang petrokimia

Dalam mendukung hal itu, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Sulsel dan instansi terkait perlu melakukan pemetaan komoditi unggulan untuk ditumbuhkembangkan petani dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Kondisi ini, belajar dari kejadian merebaknya virus corona yang menyebabkan suplai komoditi terhambat, seperti komoditi bawang putih yang selama ini didatangkan dari negeri tirai bambu itu.

Dengan menggenjot komoditi unggulan atau pun yang selama ini terbatas sehingga harus ditutupi dari impor, Rukman meyakini produksi petani di daerah ini akan berlipat ganda.

Baca juga: Kadin tawarkan solusi atasi lesunya pariwisata Bintan akibat corona

"Sulsel memiliki potensi pertanian yang cukup besar untuk dikembangkan, karena itu merebaknya virus corona akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani kita," katanya.

Sementara menyoal enggannya investor hadir di daerah untuk membangun pabrik, karena lambannya perizinan di lapangan, Rukman mengatakan, dengan adanya "Omnibus Law" ia optimistis gairah investor berinvestasi di daerah akan terus meningkat.

Hal itu dibenarkan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah saat menghadiri pembukaan Kelas Motivasi dan pameran seni rupa di SMA Negeri 5 Makassar.

Menurut dia, Sulsel sudah memberlakukan pelayanan satu pintu (one stop service) pada hampir semua instansi.

Baca juga: Dunia usaha dukung reformasi perpajakan melalui "omnibus law"

"Bahkan perizinan untuk mengirim komoditi ke luar negeri ditekankan di Disperindag Sulsel hanya sekitar 15 menit dan paling lambat setengah jam sudah selesai," katanya.
Wakil Ketua Kadin Indonesia H Andi Rukman Nurdin Karumpa disela kujungannya I ke SMA Negeri 5 Makassar untuk memberikan materi pada Kelas Motivasi, Senin. ANTARA Foto/Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jokowi minta pengadaan APD dipercepat dan prioritas dari dalam negeri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar