Bawaslu Bali bentuk Saka Adhyasta Pemilu untuk perkuat pengawasan

Bawaslu Bali bentuk Saka Adhyasta Pemilu untuk perkuat pengawasan

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali Ida Bagus Putu Adinatha berfoto bersama Ketua Kwarda Bali I Made Rentin beserta jajaran pengurus Pramuka dan staf Bawaslu Bali.(Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Denpasar (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Bali dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali sepakat membentuk Satuan Karya (Saka) Adhiyasta Pemilu untuk memperkuat pengawasan dalam pemilu maupun pilkada.

"Dengan dibentuknya Saka Adhyasta ini, kami harapkan dapat berperan aktif menjadi agen perubahan di tengah masyarakat menyampaikan pentingnya menyalurkan hak pilih untuk memilih pemimpin daerah dan pemimpin bangsa, serta menyampaikan hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan pilkada dan pemilu," kata Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali Ida Bagus Putu Adinatha, di Denpasar, Selasa.

Baca juga: Bawaslu Bali menggelar Perkemahan Bakti Pemilu

Pelibatan Gerakan Pramuka yang akan diberi nama Saka Adhiyasta ini sekaligus diharapkan dapat mendorong pemilu berintegritas.

Menurut dia, keikutsertaan Pramuka mengawal dan mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan pemilu akan menguatkan jjajaran Bawaslu dari sisi pengawasan.

"Mereka belum terkontaminasi dengan kepentingan politik praktis, sehingga harapan kami Saka Adhyasta Pemilu yang dicanangkan dapat mengawal demokrasi yang berkualitas dan bermartabat," ucapnya.

Baca juga: Potensi sengketa Pilkada 2020 enam kabupaten di Bali

Sedangkan pelantikan pengurus Saka Adhyasta Pemilu tersebut akan dilangsungkan pada bulan Maret 2020.

Sementara itu Ketua Kwarda Bali I Made Rentin mengatakan Gerakan Pramuka merupakan wujud organisasi masyarakat dan dalam organisasi ini, anggota mendapat pembelajaran berorganisasi dan pelatihan "skill".

Baca juga: Bawaslu RI: Jangan menyerah ungkap dugaan politik uang di Pilkada 2020

"Gerakan ini mempunyai potensi besar turut berpartisipasi dalam melakukan pengawasan pemilu. Gerakan Pramuka berfungsi sebagai sekolah demokrasi karena mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan 'civic skill' seperti pengorganisasian, mengadakan pertemuan, menulis gagasan, berargumentasi dan berpidato," ucap Rentin yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Gerakan Pramuka, kata Rentin, mempunyai pondasi yang kuat dalam mengasah "civic skill" para anggotanya untuk dapat menumbuhkan kesadaran politik atas pentingnya partisipasi dalam melakukan pengawasan pemilu dan menciptakan pemilu yang bebas dan adil.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keluarga petugas pemilu dapat santunan dari Bawaslu Bali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar