Bekasi butuh sekitar Rp4,4 triliun untuk atasi banjir

Bekasi butuh sekitar Rp4,4 triliun untuk atasi banjir

Suasana banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengemukakan, Bekasi membutuhkan sekitar Rp4,4 triliun untuk mengatasi banjir dari hulu ke hilir.

"Hitungan pertama konsultan itu Rp4,4 triliun untuk memperbaiki Kali Bekasi dari hulu sampai hilir termasuk membangun bendungan Narogong," kata Basuki di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Hujan deras sepanjang Senin malam (24/2) hingga Selasa (25/2) siang membuat sejumlah lokasi di Kota Bekasi terendam banjir. Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga dua meter

"Seperti yang sudah saya sampaikan kemarin, ada Sungai Cileungsi dan Cikeas dan di hulunya menjadi Kali Bekasi, lalu Bendung Bekasi dan baru kita tangani ruas per ruas, tapi kita sudah miliki desainnya secara keseluruhan. Sekarang kami sedang value engineering yang dikerjakan konsultan, kami review apa sudah benar termasuk cost-nya," kata Basuki.

Baca juga: Istana tidak banjir, hanya air mau masuk drainase
Baca juga: Status bencana banjir Bekasi tanggap darurat
Baca juga: BNPB: Banjir di Harapan Indah Bekasi karena drainase buruk
Warga beraktivitas di Jalan Jatibening Raya yang terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Basuki mengakui ada sejumlah perumahan yang memang cekung sehingga akan selalu didatangi banjir.

"Lalu ada lagi di atasnya lagi di Perumahan Nusa Indah yang daerah cekungan tapi harus direlokasi  karena itu memang daerah galian C tapi dibuat jadi perumahan. Ini menurut Bu Bupati Bogor sekarang," ungkap Basuki.

Basuki pun mendukung bila ada relokasi untuk masyarakat yang menempati perumahan tersebut. "Saya minta bupati dialog dengan masyarakatnya, kalau mau direlokasi kita bikinkan rusun, apartemen supaya mereka pindah supaya bisa dipakai pengendalian banjir," kata Basuki.

Proyek senilai Rp4,4 triliun tersebut termasuk membangun bendungan Narogong itu.

"Semua Rp4,4 triliun sedang kita review termasuk cost-nya tapi tahun ini akan dikerjakan menyeluruh, sekarang sudah ada 6 kilometer yang siap dikerjakan, dari Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi bekerjasama untuk itu, mudah-mudahan 2-3 tahun selesai," kata Basuki.

Di Bekasi, kecamatan yang terdampak banjir, yakni Bekasi Timur, Rawalumbu, Medan Satria, Bantargebang, Bekasi Barat, Pondok Gede dan Jatiasih. Lokasi yang terdampak mulai dari jalan raya hingga perumahan.
Baca juga: Seorang pria tewas tersengat listrik saat banjir di Bekasi
Baca juga: Dalam bayang-bayang sergapan banjir

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PLN periksa 2.020 instalasi rumah terdampak banjir di Jabodetabek

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar