Fraksi NasDem Donggala inisiasi pembentukan pansus rehab-rekon

Fraksi NasDem Donggala inisiasi pembentukan pansus rehab-rekon

Ketua Fraksi Nasdem di DPRD Donggala, Moh Taufik. ANTARA/Muhammad Hajiji/am.

Hari Senin kita akan membentuk pansus rehab-rekon, sesuai jadwal yang sudah disepakati oleh seluruh Anggota DPRD Donggala
Palu (ANTARA) - Fraksi Partai NasDem DPRD Donggala, Sulawesi Tengah menginisiasi pembentukan panitia khusus (Pansus) rehabilitasi dan rekonstruksi untuk percepatan pemulihan daerah tersebut setelah terdampak gempa dan tsunami 28 September 2018.

"Kami dari Fraksi NasDem memandang penting untuk pembentukan pansus rehab-rekon. Ini sudah kami usulkan, dan alhamdulillah disetujui seluruh fraksi yang ada di DPRD Donggala," ucap Ketua Fraksi Nasdem di DPRD Donggala, Moh Taufik di Palu, Sabtu.

Baca juga: Kontrak huntara pengungsi korban tsunami Palu segera berakhir

Taufik mengemukakan pansus rehabilitasi dan rekonstruksi untuk pemulihan Donggala pascabencana, akan dibentuk lewat rapat paripurna yang akan digelar pada Senin 2 Maret 2020.

"Hari Senin kita akan membentuk pansus rehab-rekon, sesuai jadwal yang sudah disepakati oleh seluruh Anggota DPRD Donggala," sebutnya.

Baca juga: Korban gempa di Palu bahagia sudah kembali miliki rumah

Lewat pansus, kata dia legislator yang masih dalam panitia khusus akan mencari tahu letak persoalan mengenai keterlambatan kegiatan pemulihan pascabencana.

Termasuk, sebut dia, pansus akan membahas mengenai keterlambatan pembangunan hunian tetap, penyaluran stimulan tahap satu dan dua untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan serta mengenai dana jaminan hidup.

Baca juga: YPP SCTV-Indosiar salurkan bantuan untuk pemulihan Palu Sigi Donggala

"Lewat pansus akan kita bahas mengenai data yang belum valid mengenai data penerima jaminan hidup, stimulan rumah rusak berat, sedang dan ringan serta penerima hunian tetap," sebutnya.

Mengenai jaminan hidup, sebut dia berdasarkan hasil konsultasi dengan Kementerian Sosial di Jakarta bahwa ada masalah yang dihadapi oleh Dinas Sosial dalam penyaluran dana tersebut kepada penyintas. Masalah itu di antaranya mengenai belum validnya data penyintas bencana gempa dan tsunami Donggala.

Sementara mengenai stimulan baik tahap satu dan dua, ia mengakui bahwa pihaknya belum menerima info dari pemerintah daerah di Donggala mengenai progres hal itu.

Donggala sebagai daerah terdampak gempa dan tsunami 28 September 2018, menerima dana hibah dari Pemerintah Pusat untuk percepatan pemulihan senilai Rp516,78 miliar.
 

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Fraksi Nasdem tidak setuju penambahan kursi pimpinan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar