Permintaan paspor di Imigrasi Agam turun hingga enam kali lipat

Permintaan paspor di Imigrasi Agam turun hingga enam kali lipat

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Agam Jumanson . (ANTARA/ Ira Febrianti)

Bukittinggi (ANTARA) - Kantor Imigrasi Klas II Non-TPI Agam, Sumatera Barat mencatat penurunan pembuatan paspor dari warga di delapan wilayah kerjanya mencapai enam kali lipat dalam kurun Januari hingga 16 Maret 2020.

"Mewabahnya Corona membuat masyarakat urung bepergian menjadi penyebab turunnya permintaan pengurusan paspor di Imigrasi Agam," kata Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Agam Jumanson di Koto Hilalang, Kabupaten Agam, Senin.

Wilayah kerja Imigrasi Agam mencakup Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Payakumbuh dan Padang Panjang.

Tercatat selama Januari 2020 Imigrasi Agam menerbitkan 3.552 paspor dan di bulan selanjutnya sebanyak 1.923 paspor dengan tujuan umumnya untuk keperluan perjalanan umrah.

Permintaan pembuatan paspor terus menurun terlebih usai Pemerintah Arab Saudi menangguhkan perjalanan umrah jelang akhir Februari lalu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Sejak 1 hingga 16 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, tercatat hanya 542 paspor yang diterbitkan untuk keperluan umumnya perjalanan ke Malaysia.

"Dari 3.552 ke 542 cukup besar sampai enam kali lipat. Warga sudah tidak mengurus paspor untuk umrah karena saat ini ditangguhkan, yang saat ini umumnya untuk keperluan bepergian ke Malaysia," katanya.

Selama Maret 2020, rata-rata setiap hari kerja diterbitkan 49 paspor sementara setiap hari kerja kuota layanan secara dalam jaringan yaitu 90 paspor di Kantor Imigrasi Agam dan 30 di Mall Pelayanan Publik Payakumbuh, serta 20 untuk layanan prioritas.

Penurunan tersebut menurutnya memang sangat signifikan dan dapat dilihat pula dari kondisi kantor pada Senin(16/3) siang tampak sepi. Sebelum corona mewabah, kondisi kantor saat hari kerja selalu ramai.

Meski demikian, ia mengatakan pelayanan tetap dibuka seperti biasanya sesuai arahan Kemenkumham namun para pegawai sudah diinstruksikan mengenakan pelindung diri seperti penutup mulut dan sarung tangan mengantisipasi virus.

"Kami juga sedang berupaya menyediakan antiseptik tangan untuk pegawai dan warga yang berurusan ke kantor, namun masih kesulitan mendapatkan karena kabarnya langka. Sekarang sedang berupaya membeli dalam jaringan (online)," katanya.

Baca juga: Pemohon paspor di Kalsel didominasi jamaah umrah

Baca juga: Larangan umrah tidak berdampak pelayanan pembuatan paspor di Sukabumi

Baca juga: Penangguhan umrah tak pengaruhi layanan paspor di Imigrasi Madiun

Baca juga: Turun drastis permintaan paspor umroh, sebut Imigrasi Wonosobo

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inovasi Imigrasi Jaksel guna memutus rantai percaloan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar