638 tenaga kesehatan tinggal di hotel kelolaan DKI Jakarta

638 tenaga kesehatan tinggal di hotel kelolaan DKI Jakarta

Tangkapan layar siaran langsung konferensi pers bersama Direktur Utama Jaktour Novita Dewi di Balai Kota Jakarta, Numat (27/3/2020) (ANTARA/Livia Kristianti)

Juga disiapkan 15 bus unit TransJakarta dan 50 unit bus sekolah
Jakarta (ANTARA) - Sedikitnya 638 orang tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit rujukan pemerintah telah  menginap di tiga hotel BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Tourisindo, sejak Kamis (26/3).

Data yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, menerangkan hingga saat ini, terdapat total 638 tenaga kesehatan (nakes) terdiri 604 perawat dan 34 dokter menginap di tiga hotel yakni Grand Cempaka Business Hotel, Hotel D'Arcici Alhijra dan Hotel D'Arcici Plumpang.

Adapun sebaran tenaga kesehatan tersebut, adalah sebanyak 242 nakes RSUD Pasar Minggu, 174 nakes RSUD Tarakan dan enam orang nakes RSUD Duren Sawit menginap di Grand Cempaka Business Hotel.

Baca juga: DKI imbau tenaga kesehatan perhatikan teknis penanganan terduga Corona

Sementara itu, 157 nakes RSUD Pasar Minggu di Hotel D'Arcici Alhijra serta 59 nakes RSUD Duren Sawit menginap di Hotel D'Arcici Plumpang.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo Novita Dewi mengatakan langkah menginapkan tenaga kesehatan tersebut dikarenakan dari informasi yang beredar sebelumnya, meski dianggap sebagai pahlawan dan garda terdepan dalam berperang melawan COVID-19, para staf medis, termasuk perawat dan dokter kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Bahkan ada dari mereka diusir oleh warga sekitar tempat mereka mengontrak tempat tinggal. Ada juga yang enggan pulang karena takut keluarganya tertular virus COVID-19, akhirnya mereka memilih menginap sementara waktu di rumah sakit.

Baca juga: LSH Jakarta berharap dokter mampu "bentengi diri"

"Untuk itu Pemprov DKI Jakarta berinisiatif melalui BUMD Jakarta Tourisindo memfasilitasi penginapan sementara bagi tenaga medis," ucap dia.

Selain menginap, di hotel tersebut juga disediakan fasilitas khusus untuk melindungi dan melayani tim medis seperti pembersihan kamar dengan disinfektan, makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan di luar pintu masuk dan keluar.

"Juga disiapkan 15 bus unit TransJakarta dan 50 unit bus sekolah dioperasikan khusus untuk antar jemput tenaga medis yang bertugas," tuturnya.

Baca juga: Jubir COVID-19 minta Pemprov DKI pantau jamaah Masjid Jami Jakbar

Diketahui, hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 1.155 kasus dan dari jumlah itu, 994 kasus masih dalam perawatan, 59 pasien sembuh dan 102 orang meninggal dunia.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

MRT Jakarta sediakan layanan sepeda gratis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar