Wall Street berakhir lebih rendah di tengah penyebaran COVID-19

Wall Street berakhir lebih rendah di tengah penyebaran COVID-19

Wall Street jatuh, Dow mengonfirmasi pasar 'bearish'

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan utilitas jatuh 4,02 persen, memimpin kerugian.
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street lebih rendah dalam perdagangan berombak pada akhir transaksi Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah penyebaran COVID-19 yang cepat dan kian meluas di Amerika Serikat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 410,32 poin atau 1,84 persen menjadi ditutup di 21.917,16 poin. Indeks S&P 500 melemah 42,06 poin atau 1,60 persen menjadi berakhir di 2.584,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 74,05 poin atau 0,95 persen, menjadi 7.700,10 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan utilitas jatuh 4,02 persen, memimpin kerugian. Sedangkan, sektor energi naik 1,63 persen, satu-satunya pencetak keuntungan di antara sektor lainnya.

Baca juga: AS perpanjang "social distancing", indeks Dow melonjak hampir 700 poin

Di bidang data, kepercayaan konsumen AS menurun tajam karena memburuknya prospek jangka pendek di tengah ketidakpastian virus corona, lembaga riset The Conference Board yang berbasis di New York melaporkan pada Selasa (31/3/2020).

Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board muncul di 120,0 pada Maret, turun dari 132,6 pada Februari.

Jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Amerika Serikat mencapai 180.000 pada Selasa sore (31/3/2020), menurut data dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) Universitas Johns Hopkins.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (29/3/2020) memperpanjang pedoman jarak sosial atau social distancing nasional hingga 30 April di tengah peringatan bahwa jumlah korban jiwa dari COVID-19 di negara itu mungkin melebihi 100.000.

Baca juga: Saham Inggris naik lagi dengan indeks FTSE 100 terangkat 1,95 persen

Presiden Trump pada Jumat (27/3/2020) menandatangani rancangan undang-undang stimulus dua triliun dolar AS, paket stimulus terbesar dalam sejarah AS, dalam upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang dihancurkan oleh COVID-19.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar