Gojek dapat izin impor masker untuk pengemudi dan donasi

Gojek dapat izin impor masker untuk pengemudi dan donasi

Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir (kedua kiri) dan Chief Operations Officer Gojek Hans Patuwo (kiri) menyambut kedatangan impor masker untuk disediakan kepada para mitra driver dan tenaga medis Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (1/4/2020). ANTARA/HO Gojek/am.

Jakarta (ANTARA) - Gojek mengumumkan mereka mendapatkan izn dari badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan untuk mengimpor masker yang akan diberikan kepada mitra pengemudi dan akan didonasikan kepada tenaga medis.

"Diberikannya izin impor masker ini akan memastikan tidak terganggunya ketersediaan dan produksi masker dan alat-alat perlindungan diri lain di Indonesia yang saat ini dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan rumah sakit dan tenaga kesehatan,” kata Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir, dalam keterangan pers, Rabu.

Masker impor tersebut akan disumbangkan ke Yayasan Anak Bangsa Bisa, melalui yayasan, masker akan dialokasikan kepada mitra pengemudi dan didonasikan kepada pemerintah untuk tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit rujukan wabah virus corona.

“Tidak hanya untuk mitra driver, Gojek juga memahami pentingnya memastikan para tenaga kesehatan tetap mendapat pasokan masker yang dibutuhkan. Itu sebabnya Gojek juga akan menyalurkan sebagian masker yang diimpor ini kepada pemerintah untuk dapat dialokasikan kepada para tenaga kesehatan yang ditempatkan di rumah sakit rujukan pemerintah,” kata COO Gojek Hans Patuwo dalam keterangan yang sama.

Gojek beberapa waktu lalu menggalang Dana Bantuan Mitra Gojek senilai Rp100 miliar, yang berasal dari donasi 25 persen gaji tahunan manajemen senior serta pengalihan anggaran kenaikan gaji tahunan karyawan untuk membantu mitra mereka yang secara finansial terdampak COVID-19.

Masyarakat dianjurkan untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama wabah berlangsung sehingga mengurangi pendapatan para mitra pengemudi Gojek.

Dana bantuan tersebut juga dikelola oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa.

Penyedia aplikasi on-demand tersebut juga menyiapkan skema bantuan pendapatan untuk pengemudi yang didiagnosis positif COVID-19, yang kini diperluas untuk mitra dengan status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang harus menjalani karantina.

Sementara untuk mitra yang masih aktif bekerja selama wabah corona, Gojek meminta mereka untuk menerapkan contactless delivery, pengantaran tanpa kontak langsung, terutama untuk layanan pesan-antar makanan GoFood, serta layanan kurir GoSend, GoShop dan GoMart.

Baca juga: Cegah COVID-19 orang sakit harus pakai masker, kata ahli penyakit paru

Baca juga: Kota di Jerman haruskan pemakaian masker saat berbelanja

Baca juga: Komoditas sanitasi mudah ditemukan di Kamboja, terbatas di Filipina

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ojol beroperasi, ini prosedur kesehatan Gojek dan Grab

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar