Sebanyak 689 tenaga medis COVID-19 menginap di fasilitas Pemprov DKI

Sebanyak 689 tenaga medis COVID-19 menginap di fasilitas Pemprov DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah memeriksa makanan bagi para tenaga medis yang akan menginap di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (ANTARA/HO/ Humas DKI Jakarta)

Setiap harinya dipastikan kamar- kamar yang ditempati oleh para tenaga medis itu disemprotkan cairan disinfektan agar menjaga kebersihan dan keamanan para petugas
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak  689 tenaga medis baik dokter dan perawat yang bertugas untuk COVID-19 menginap di fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Kamis sore.

"Hingga 1 April, total keseluruhan tenaga kesehatan yang menginap ada 689 orang. Total kamar terpakai ada 346 kamar," kata Direktur Utama Jakarta Tourisindo (Jaktour) Novita Dewi saat dihubungi wartawan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jaktour, Hotel Grand Cempaka merupakan hotel yang menampung paling banyak tenaga kesehatan yaitu sebanyak 438 orang, menempati 223 kamar.

Sementara tenaga medis lainnya menginap di hotel D'Arcici Alhijrah Cempaka Putih, D'Arcici Sunter, dan di D'Arcici Plumpang.

Baca juga: DKI Jakarta membutuhkan bantuan masyarakat untuk tenaga medis

Baca juga: Wali Kota Jakbar ajak masyarakat berdonasi untuk petugas medis

Baca juga: 81 tenaga medis di Jakarta positif COVID-19


158 tenaga medis menginap di hotel D'Arcici Alhijrah Cempaka Putih  menempati 74 kamar, disusul 53 tenaga medis di hotel D'Arcici Plumpang  menempati 29 kamar. Serta sebanyak 40 tenaga medis menempati 20 kamar di hotel D'Arcici Sunter.

Para tenaga medis itu mendapatkan fasilitas pendukung berupa makanan hingga layanan kesehatan mental di fasilitas yang disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Setiap harinya dipastikan kamar- kamar yang ditempati oleh para tenaga medis itu disemprotkan cairan disinfektan agar menjaga kebersihan dan keamanan para petugas.

Sebelumnya, pada Minggu (22/3) telah terjadi penolakan masyarakat terhadap beberapa petugas medis yang menangani kasus COVID-19 di lingkungan tempat tinggalnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengambil langkah untuk memfasilitasi para perawat dan dokter sehingga dipastikan masyarakat di garda terdepan melawan COVID-19 itu mendapat hak yang sesuai dengan pekerjaannya.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penumpang KRL tak miliki SIKM dilarang masuk Rangkasbitung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar