PSBB di Jakarta berdampak penurunan arus transportasi Kota Tangerang

PSBB di Jakarta berdampak penurunan arus transportasi Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Wakil Wali Kota Sachrudin dan Sekda Herman melakukan teleconference. (ANTARA)

Tidak bisa dipungkiri, banyak warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta
Tangerang (ANTARA) - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta yang dilaksanakan pada Jumat (10/4) akan berdampak pada penurunan arus transportasi yang melintas di Kota Tangerang, Banten.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam keterangannya, Rabu, menuturkan banyak warga Kota Tangerang yang melakukan aktivitas di Jakarta.

Dari data yang dihimpun, tak kurang dari 700 ribu orang yang keluar dan masuk ke wilayah Kota Tangerang dan Jakarta.

"Tidak bisa dipungkiri, banyak warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta. Per hari tak kurang dari 700.000 orang keluar dan masuk ke Kota Tangerang," ujarnya pula.

Wali Kota Wismansyah menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya dalam menekan penyebaran COVID-19 dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah.
Baca juga: Gubernur Banten minta Tangerang Raya satu-kesatuan PSBB DKI Jakarta


Untuk masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah, akan diberikan imbauan oleh petugas Satpol PP untuk kembali ke rumah.

Karena itu, Pemkot Tangerang telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan jam operasional rumah makan dan tidak menyediakan layanan makan dan minum di tempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Agus Henra menyatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan setiap waktu sejak pagi hingga malam hari.

Ratusan personel telah disiagakan dalam mengoptimalkan sosialisasi ini, agar warga tetap berada di rumah.
 

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tak pakai masker di Jabar bisa didenda Rp150 ribu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar