Jakarta (ANTARA News) - Personel grup musik Debu sedang mengurus perpindahan kewarganegaraan dari Amerika Serikat menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Manager Debu, Tubagus ME Ramadhan di Jakarta, Minggu, mengatakan, perpindahan warga negara tersebut saat ini masih dalam proses tapi sejumlah tahapan sudah dilalui.

"Saat ini personel Debu sudah mendapatkan SKIM (Surat Keterangan Keimigrasian) setelah itu tinggal menunggu naturalisasi," kata Tubagus ME Ramadhan.

Dikatakannya, pemberian SKIM dari Ditjen Imigrasi adalah bagian dari proses perpindahan kewarganegaraan.

Dari sekitar 12 tahapan proses perpindahan kewarganegaraan menjadi WNI, kata dia, personel Debu sudah melalui sekitar 10 tahapan, hanya tinggal dua tahapan lagi.

Vokalis grup musik Debu, Musafa berharap, ia dan keluarganya di grup musik Debu bisa segera menjadi warga negara Indonesia.

Menurut dia, personel grup musik Debu memilih tinggal di Indonesia karena dinilai sebagai negeri yang damai serta berpenduduk mayoritas muslim.

Warga negara Amerika Serikat yang beragama Islam ini pindah ke Indonesia sejak 1999, karena ingin mencari kehidupan yang damai.

Menurut Mustafa, mereka memilih Indonesia berawal dari mimpi sang ayah, Syek Fattaah, yakni mengenai sebuah negeri yang hidup damai dan sebagian besar penduduknya muslim yakni Indonesia. Namun mereka tidak tahu di mana letak Indonesia.

Melalui internet, katanya, mereka menemukan situs seorang Indonesia dan kemudian menjalin komunikasi.

Pada 1999 hingga 2000, personel Debu yang merupakan bagian dari jamaah pimpinan Syekh Fattaah, pindah ke Indonesia.

Mereka pernah tinggal selama sekitar enam bulan di Makassar Sulawesi Selatan dan kemudian kembali lagi ke Jakarta.

Personel grup musik Debu yakni Mustafa (vokal), Saleem (suling), Daood (drumer/perkusi), Naseer (tamborin), Mujahid, Layla, Husniah, Shakurah, Najmah, Naimah.

"Kami pindah ke Indonesia hanya ingin hidup damai dan bisa bermain musik," katanya.

Selama tinggal di Indonesiua grup musik Debu sudah tampil di berbagai daerah di Indonesia maupun ke sejmlah negara seperti Inggris, Turki, dan Iran.

Sebelumnya, grup musik Debu bersama jemaah Syekh Fattah tinggal di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009