Jakarta (ANTARA News) - Penjaga gawang PSMS Medan, Markus Horison Ririhina (28), mengaku tidak gentar menghadapi klub sebesar Manchester United jika ia terpilih sebagai salah seorang pemain tim Indonesia All Stars pada laga persahabatan di Jakarta 20 Juli mendatang.

"Terpilih masuk tim nasional, apalagi untuk berhadapan MU, merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi pemain. Saya tak akan gentar menghadapi MU," ujar Markus Horison ketika dihubungi, Selasa.

Tim Indonesia All Stars akan menghadapi MU di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 20 Juli mendatang.

Markus yang kelahiran Pangkalan Brandan 14 Maret 1981 mengatakan, ia tidak pernah bermimpi terpilih sebagai anggota Timnas. Pemain bertinggi badan 185 centimeter ini telah memperkuat Timnas sejak lima tahun terakhir, bersaing dengan Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC) dan Dian Agus Prasetyo (Pelita Jaya).

Meski demikian Markus mengaku hati kecilnya tetap memiliki keinginan untuk terpilih sebagai anggota Timnas, khususnya untuk menghadapi MU yang tengah tour di Asia pada Juli nanti.

Markus sangat menyadari, meskipun masyarakat telah memilih pemain-pemain yang dianggap terbaik masuk skuad Timnas, perbedaan kualitas tim tetap akan mencolok. Ia bahkan mengumpamakan tim Indonesia dengan MU ibarat siswa SD dengan mahasiswa.

"Hati kecil pasti kepingin bisa memperkuat tim. Ini momen yang tak akan terlupakan bagi setiap pemain seumur hidupnya. Meskipun perbedaan kelas yang mencolok, tapi kami tak akan gentar menghadapi MU," ujarnya.

Markus yakin Timnas Indonesia bernyali saat menghadapi MU, karena didukung situasi dan atmosfir Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan yang bakal dipenuhi suporter tuan rumah.

Tentang materi Timnas, Markus mempercayakan sepenuhnya kepada hasil pilihan masyarakat melalui polling SMS oleh panitia dari PSSI. Menurutnya, masyarakat pasti lebih pandai memilih bahkan ia menyebut penonton "lebih pintar" daripada pemain.

Markus mengungkapkan, pasca Liga Super Indonesia tuntas, timnya kini sedang bersiap-siap menghadapi dua pertandingan penting yakni melawan Chonbury FC Thailand di ajang AFC Cup dan babak playoff LSI melawan Persebaya Surabaya.

Namun untuk pertandingan playoff LSI ia merasa khawatir jika pertandingan tak bisa digelar berkaitan dengan Pilpres.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009