130 orang ODP-OTG COVID-19 Makassar jalani karantina

130 orang ODP-OTG COVID-19 Makassar jalani karantina

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin, saat memberikan penjelasan di Posko Induk Gugus Tugas COVID-19 Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (4/5/2020) ANTARA/Darwin Fatir. 

apakah rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi
Makassar (ANTARA) - Sebanyak 130 orang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tercatat masuk di hotel Swiss Bell in Makassar untuk menjalani karantina selama
14 hari sesuai dengan prosedur tetap penanganan pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).

"Data kami awalnya 107 orang dan hari ini bertambah 130 orang, semuanya masyarakat Makassar yang masuk baik itu dari ODP, maupun OTG kontak serumah yang positif rapid test.
Semuanya masuk hotel Swiss Bell," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin, di Posko Induk Gugus Tugas COVID-19 Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Menurut dia, dari jumlah tersebut saat ini masih sementara ditunggu hasil pemeriksaan. Selain itu, motivasi Dinkes bagi yang memenuhi syarat masuk di hotel, adalah tempat
tinggal atau kondisi rumahnya tidak memenuhi persyaratan sebagai ruang isolasi mandiri.

"Jadi walaupun dia mau isolasi di rumah tapi petugas akan meninjau, apakah rumahnya memenuhi syarat untuk isolasi, punya kamar sendiri, punya kamar mandi sendiri. Kalau
tidak punya kamar mandi, pasti dia keluar lagi dan akhirnya kontak dengan orang lain yang negatif di wilayah rumahnya," ujar Naisyah.

Pihaknya berharap agar ODP maupun OTG harus dan wajib melaksanakan isolasi mandiri. Sebab, bila melihat perkembangan kasus saat ini sangat banyak terjadi transmisi lokal di
dalam rumah, mulai dari bapak ke anak dan begitupun ibu ke anak

Baca juga: Pemkot Makassar pertimbangkan masa perpanjangan PSBB

Baca juga: Tujuh pasien COVID-19 di RS Bayangkara Makassar sembuh


Dalam kasus ini sangat rentan terjadi, sehingga salah satu langkah yang paling penting dilakukan adalah isolasi, dengan memisahkan orang yang positif dan negatif termasuk dalam rumah untuk dikarantina.

"Itu yang kita khawatirkan, karena ada satu rumah enam yang positif. Inikan penyebaran di dalam rumah, kalau tidak cepat diputuskan sumbernya, kita harapkan tidak menulari orang lain," paparnya.

Sedangkan untuk jumlah kasus, hingga 4 Mei 2020 tercatat 418 kasus, dan dari total luar wilayah sebanyak 107. Mengenai dengan penambahan, kata dia membenarkan ada 17 kasus positif. Tapi disisi lain, ada yang sembuh sebanyak 45 orang, dan satu orang meninggal dunia berstatus PDP.

"Semua kasus yang terjadi hari ini berasal dari kasus rumah sakit yang baru keluar hasil swabnya. Jadi semua sudah di opname 17 orang itu. Semua dalam kota, jadi kalau dalam luar kota kita masukkan dalam kolom luar kota," katanya.

Sementara untuk kasus 17 positif tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Rujukan. Sebab, dari statusnya PDP begitu ada hasilnya positif pindah ke Positif. Namun dari jumlah positif yang kemarin tadinya berstatus 45 positif, kini sudah sembuh.

"Untuk mencegah penularan. ODP,PPD, dan positif tentu ada penambahan, bisa saja karena ada kontak se rumah yang di tracking. Kalau ada positif pasti ditracking dan akan ada orang PDP baru.

Penambahan hari ini ternyata selesai, pemantauan cukup tinggi juga. Jadi selesai dua pekan kita anggap selesai tidak di rontgen berarti dia dalam penyembuhan," tambahnya.

Baca juga: Kodim 1408/BS Makassar serahkan bantuan 3.000 APD

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dinkes Kalbar minta masyarakat jangan remehkan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar