Kandahar, Afghanistan (ANTARA News/AFP) - Seorang pejabat senior Afghanistan mengatakan, serangan udara Barat menewaskan enam warga sipil dan mencederai lebih dari selusin orang dalam operasi terhadap Taliban, Kamis.

Pesawat-pesawat tempur asing membom tempat persembunyian Taliban di Shah Wali Kot, sebuah daerah bergolak di provinsi Kandahar, Afghanistan selatan, sebelum fajar, menewaskan sejumlah gerilyawan dan warga sipil, kata gubernur provinsi Toryalai Wesa.

"Selain pejuang oposisi, pasukan koalisi membunuh dan mencederai sejumlah warga sipil. Menurut angka pendahuluan, enam warga sipil tewas dan 13 lain cedera," katanya.

Satu delegasi pemerintah dikirim ke daerah itu untuk melakukan penyelidikan, menurut gubernur tersebut dalam sebuah pernyataan.

Di Kabul, pasukan pimpinan NATO mengatakan, mereka masih menyelidiki laporan itu namun menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Seorang wartawan AFP melihat 12 orang, yang mencakup wanita dan anak-anak, dibawa ke rumah sakit kota Kandahar. Seorang pria mengklaim bahwa pasien-pasien itu keluarga mereka yang terluka dalam serangan udara tengah malam itu.

"Rumah saya diserang dari udara kemarin malam. Empat orang keluarga saya tewas dan 12 lain cedera," kata pria itu, yang hanya menyebut dirinya sebagai Nematullah, kepada AFP di rumah sakit Kandahar Mirwais.

Satu korban tewas adalah seorang anak perempuan yang berusia delapan tahun, kata pria itu.

Jatuhnya korban-korban sipil merupakan masalah yang sensitif di Afghanistan dan menjadi sumber ketegangan antara pemerintah Kabul dan pasukan asing sekutu mereka.


Prajurit Kanada tewas

Sementara itu, seorang prajurit Kanada tewas dalam pertempuran Kamis di Afghanistan selatan, sehingga jumlah prajurit Kanada yang tewas di negara itu menjadi 125 sejak mereka berada di sana pada 2002, kata militer Kanada.

Tamtama Sebastien Courcy (26) "tewas ketika melakukan operasi di Distrik Panjwayi. Insiden itu terjadi sekitar 17 kilometer sebelah baratdaya Kota Kandahar sekitar pukul 06.00," katanya.

Courcy adalah prajurit kelima Kanada yang tewas di Afghanistan sejak awal bulan ini.

Terdapat sekitar 90.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afghanistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban, kelompok yang berkuasa antara 1996 dan 2001.

Meski ada pasukan internasional, Taliban sejak dijatuhkan berhasil menyatukan kekuatan lagi dan melakukan pemberontakan dalam upaya menggulingkan pemerintah dukungan Barat di Kabul.

Taliban mencapai kemajuan setiap tahun dan 2009 menjadi masa paling mematikan bagi pasukan internasional yang sebagian besar orang Barat di Afghanistan.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.

Antara 8.000 dan 10.000 prajurit internasional akan bergabung dengan pasukan militer pimpinan NATO yang mencakup sekitar 60.000 personel di Afghanistan untuk mengamankan pemilihan presiden Afghanistan pada 20 Agustus, kata aliansi itu.

Pemberontakan meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini, yang menambah kekhawatiran mengenai keamanan dalam pemilihan presiden Afghanistan yang kedua itu.

Pemilu yang akan menetapkan presiden dan dewan provinsi itu dipandang sebagai ujian bagi upaya internasional untuk membantu menciptakan demokrasi di Afghanistan, namun pemungutan suara tersebut dilakukan ketika kekerasan yang dipimpin Taliban mencapai tingkat tertinggi.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009