Kemendes gandeng UI tentukan skala prioritas pembangunan desa

Kemendes gandeng UI tentukan skala prioritas pembangunan desa

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (kanan) bersama jajarannya bertemu dengan Rektor UI Ari Kuncoro serta para Wakil Rektor UI di Gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020). Pertemuan ini membahas penyusunan formulasi program dan skala prioritas pengembangan perdesaan lima tahun kedepan. ANTARA/HO-Kemendes PDTT/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng Universitas Indonesia dalam menentukan skala prioritas pembangunan desa.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dan sejumlah pejabat tinggi dengan Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di Depok, Jumat.

Pertemuan itu membahas peluang nota kesepahaman atau MoU reformulasi program dan skala prioritas pembangunan nasional perdesaan lima tahun ke depan.

Agenda pembangunan nasional yang akan dimulai pada 2021 ini meliputi pembangunan SDM unggul dan berdaya saing perdesaan, reformasi sistem jaring pengaman sosial (JPS) desa, pengembangan wisata desa dan pengembangan ekonomi perdesaan.

Gus Menteri, sapaan akrabnya, meminta Universitas Indonesia untuk memberikan solusi terkait dengan data-data yang sudah ada sebelumnya untuk dikaji secara akademik.

"Telaah akademik dari UI terkait dengan data-data yang sudah ada akan mempercepat pembangunan perdesaan. Kami percaya, dalam hal telaah akademik, UI lebih berkompeten. Saran-saran dan solusinya kami tunggu," kata Gus Menteri.

Kemendes PDTT sudah melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrengbangnas) yang bertema percepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

"Reformasi sosial ini sangat erat dengan desa. Sedangkan pemulihan ekonomi, meskipun skalanya kecil, akumulasinya jadi besar. Skalanya desa, tapi kalau dikalikan 74.953 ya jadinya besar, itulah Indonesia," ucap Mantan Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Gus Menteri menambahkan, pada kenyataannya sejauh ini dampak yang dirasakan oleh desa belum signifikan. Meskipun kita juga harus objektif, ada beberapa hal yang dihasilkan dari penggunaan dana desa.

"Dampak atas dana desa, jujur saya akui, memang belum begitu signifikan. Misalnya, terkait dengan penurunan kemiskinan, terkait dengan peningkatan industri, banyak hal yang belum. Oleh karena itu, UI kami mintai kerjasamanya secara akademik untuk sama-sama mencari reformulasi program dan skala prioritas pembangunan perdesan lima tahun ke depan, sehingga penggunaan dana desa bisa maksimal," terang dia.

Pejabat Universitas Indonesia yang menerima kunjungan rombongan Kemendes PDTT yakni Rektor UI Prof Ari Kuncoro, Sekretaris UI Agustin Kusumayati PhD, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Abdul Haris, Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset Muhammad Luthfi PhD, dan pejabat lainnya. ***3***
Baca juga: Mendes PDTT cek pembangunan desa di Majalengka
Baca juga: Mendes PDTT imbau dana pembangunan desa lewat nontunai
Baca juga: Mendes PDTT isi kekosongan ribuan tenaga pendamping desa
Baca juga: Kemendes : Dana desa bisa digunakan untuk pembangunan perpustakaan

Pewarta: Indriani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menangkap peluang penjualan batik di tengah pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar