London (ANTARA News/AFP) - Pasar-pasar saham utama Eropa ditutup naik tajam pada Rabu waktu setempat, karena para dealer berhenti sebentar setelah turun tajam baru-baru ini menunggu putusan kebinajan moneter Federal Reserve AS.

Indeks FTSE 100 dari saham utama di London, naik 0,97 persen menjadi berakhir pada 4.716,76 poin, indeks Dax di Frankfurt naik 1,22 persen menjadi 5,350.09 poin dan indeks CAC 40 di di Paris bertambah 1,48 persen menjadi ditutup pada 3.507,24 poin.

Bursa saham Milan, Madrid, Brussels dan Jenewa juga naik semua, sedangkan indeks DJ Euro Stoxx 50 dari saham terkemuka zona euro naik 1,38 persen menjadi 2.650,94 poin.

Saham AS naik sedikit menunggu keputusan tentang suku bunga, yang diumumkan sekitar 1815 GMT bersama dengan kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve dalam upaya mengatasi ekonomi yang mengalami krisis berat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,23 persen menjadi 9.262,91 poin pada pembukaan perdagangan. Indeks komposit Nasdaq naik 0,34 persen menjadi 1.976,49 poin dan indeks Standar & Poor`s 500 bertambah 0,24 persen menjadi 996,75 poin.

Keputusan the Fed yang dikeluarkan Rabu akan mengikuti data yang lebih membesarkan hati dalam laporan pemerintah, menyatakan resesi global mungkin telah keluar dari titik nadir.

Departemen perdagangan AS melaporkan bahwa defisit perdagangan AS pada bulan Juni tumbuh 27,0 miliar dolar AS dari revisi 26,0 miliar dolar AS pada bulan Mei.

Defisit Juni lebih kecil dari 28,5 miliar dolar AS yang diproyeksikan oleh sebagian besar analis dan menunjukkan kemajuan pada keduanya, impor dan ekspor.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan mempertahankan terus suku bungan utamanya pada di hampir nol persen.

Analis dari perusahaan investasi AS, Charles Schwab & Co berkata: "Pernyataan kebijakan kemungkinan akan menjadi perhatian orang, karena dapat memberikan beberapa petunjuk dimana para pembuat kebijakan berdiri pada prospek untuk perekonomian dan jika diperlukan perubahan sikap akomodatifnya."

Joseph LaVorgna, ekonom di Deutsche Bank, mengatakan ia percaya "nada akan cukup terkendali sehingga tidak memicu kekhawatiran inflasi."

Dia menambahkan: "Kami terus mengantisipasi kenaikan suku bunga pertama Fed, pada suatu waktu pada 2011, meskipun lainnya memperkirakan kenaikan dapat lebih awal pada kuartal keempat tahun 2010."

Dia berpendapat bahwa Fed "tidak pernah menangkat suku bunga bila tingkat pengangguran meningkat."

Kenaikan bursa London juga terganjal oleh berita bahwa tingkat pengangguran Inggris dan jumlah penganggur telah mencapai tingkat yang terakhir terlihat pada pertengahan tahun 1990-an.

Kenaikan terbesar diraih Royal Bank of Scotland, naik 5,42 persen pada 45,15 pence setelah melepas anak perusahaannya di Pakistan, dan perusahaan asuransi Friends Provident meningkat 4,11 persen menjadi 76 pence setelah menyetujui diambilalih oleh grup investasi Resolution.

Di Frankfurt, raksasa energi E. ON melonjak 5,35 persen menjadi 27,19 euro di tengan pengumuman labanya yang menguat.

Pasar juga akan fokus pada apakah Fed akan menyesuaikan upaya-uoaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memompakan lebih dari satu triliun dolar likuiditas ke dalam sistem keuangan.

Analis MF Global Spreads, Manus Cranny mengatakan bahwa Fed mungkin akan memutuskan untuk mengikuti langkah-langkah Bank Inggris, pekan lalu yang memompa tambahan miliaran ke dalam ekonomi Inggris yang terpukul resesi.

"Bukti anekdot dari tunas hijau (ekonomi) ada - tetapi mungkin saja yang mereka lemparkan satu dosis parafin terakhir pada onggokan kayu api pelonggaran-kuantitatif," kata Cranny.

Di Asia pada hari Rabu, saham Tokyo ditutup turun 1,42 persen karena banyak investor mengambil keuntungan sehari setelah menyentuh posisi tertinggi 10 bulan di tengah harapan pemulihan ekonomi.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009