Bappenas rekomendasi kebijakan ekonomi rendah karbon hadapi COVID-19

Bappenas rekomendasi kebijakan ekonomi rendah karbon hadapi COVID-19

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Medrilzam dalam diskusi di Jakarta Selatan pada Selasa (10/3/2020). ANTARA/Prisca Triferna/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merekomendasikan kebijakan pertumbuhan ekonomi rendah karbon untuk pemulihan dari krisis pandemi COVID-19.

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam dalam webinar mengenai pemulihan ekonomi dan sosial pasca-COVID-19 melalui pembangunan rendah karbon di Jakarta, Kamis, mengatakan ada konsep baru yang ditawarkan untuk membangun kembali dengan cara yang lebih baik dalam konteks normal baru.

Pandemi COVID-19 menjadi persoalan yang harus diatasi saat ini, namun ada pula krisis lain yang sudah di depan mata yang juga memerlukan upaya bersama menghadapinya, yakni perubahan iklim. Banyak negara di Eropa, seperti halnya Inggris memiliki pola pemikiran jangka panjang dengan mengedepankan ekonomi hijau rendah karbon.

Baca juga: Bappenas sasar pembangunan rendah karbon pasca-corona

Bappenas, menurut dia, sebenarnya sudah memulai mengarahkan ke sana dengan Low Carbon Development Indonesia (LCDI) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Dengan harapan ekonomi tidak kembali ke cara sebelumnya dan tetap menjaga momentum yang sudah dilakukan berpegang pada SDG, LCDI dan Nationally Determined Contribution (NDC) penurunan emisi gas rumah kaca, sehingga pembangunan ke depan akan jauh lebih baik.

Ia mengatakan Bappenas mendorong prioritas kebijakan alokasi dan penggunaan anggaran pada masa pemulihan dari pandemi COVID-19 dengan mempercepat transisi ekonomi rendah karbon yang inklusif, adil dan tangguh. Perlu meningkatkan penggunaan bauran energi bersih.

Baca juga: Bappenas genjot pemulihan ekonomi dampak COVID-19 dengan pemda

Baca juga: Ini jurus Bappenas pulihkan ekonomi pascapandemi


Selanjutnya, mendorong mobilitas yang bersih dan sehat. Ini menjadi tantangan, karena masyarakat akan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadinya daripada transportasi publik guna menghindari penularan COVID-19.

“Kita terus dorong transportasi publik lewat Build Back Better, tentu dengan konsep normal baru harus ada strategi tepat, karena ketidakpercayaan memakai transportasi publik,” ujar dia.

Selanjutnya, Bappenas mendorong transformasi infrastruktur dan bangunan rendah karbon serta mendukung transisi industri menuju rendah karbon. Selain itu, investasi dalam penanggulangan perubahan iklim berbasis alami.

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kementerian PPN belajar kearifan lokal penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar