Aprindo: Digitalisasi akan mewarnai semua kegiatan bisnis

Aprindo: Digitalisasi akan mewarnai semua kegiatan bisnis

Tangkapan layar - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo Roy Mandey dalam seminar daring di Jakarta, Jumat (29/5/2020). ANTARA/Aji Cakti

Dunia digital menjadi suatu hal yang utama dan terutama pada saat ini, tidak ada yang bisa memungkiri lagi suatu keniscayaan bahwa kita memang hidup dengan digital.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menilai digitalisasi melalui teknologi informasi akan mewarnai semua kegiatan bisnis, termasuk bisnis usaha kecil menengah (UKM).

"Sekarang ini kita hidup dengan digital dan tentunya digitalisasi ini akan mewarnai semua kegiatan atau fungsi kita," ujar Roy Mandey dalam seminar daring yang digelar Aprindo di Jakarta, Jumat.

Menurut Ketua Aprindo tersebut, digitalisasi atau menjalani semua kegiatan serta operasional bisnis dengan bergantung pada dunia digital merupakan suatu hal yang tidak bisa dipungkiri lagi saat ini.

Baca juga: Aprindo berharap bila mal dibuka disertai jam operasional normal

"Dunia digital menjadi suatu hal yang utama dan terutama pada saat ini, tidak ada yang bisa memungkiri lagi suatu keniscayaan bahwa kita memang hidup dengan digital," kata Roy Mandey.

Sebelumnya Head of Public Policy and Government Relations Shopee, Radityo Triatmojo menyampaikan bahwa Pandemi COVID-19 menimbulkan tsunami transformasi bisnis ke ranah daring atau online, di mana banyak pelaku usaha atau UMKM offline beramai-ramai dan cepat melakukan transformasi tersebut.

Radityo mengatakan bahwa tsunami transformasi ke ranah online tersebut terlihat dari secara tiba-tiba banyak penjual atau UMKM offline yang butuh untuk cepat bertransformasi ke online, mengingat mereka tidak memiliki pilihan lain di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Menparekraf: Promosi pariwisata Indonesia akan beralih ke digital

Dia mengatakan bahwa para pedagang apalagi yang berjualan offline seperti diketahui pada saat ini pengunjungnya pasti berkurang karena ada larangan melakukan kontak fisik baik melalui pemberlakuan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ataupun secara organik bagi kota-kota yang belum menerapkan PSBB.

Selain itu, Radityo juga menyampaikan bahwa dampak pandemi COVID-19 di Indonesia menimbulkan dampak di mana putaran modal pedagang melambat akibat turunnya penjualan, sehingga menyulitkan mereka untuk memutar uang bagi modal maupun pengembangan usahanya.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Giant tutup 6 gerai, Aprindo perkirakan sebabnya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar