Bandung (ANTARA News) - PT Jamsostek (Persero) merencanakan pengalihan deposito ke obligasi senilai Rp3 triliun dalam rangka pengamanan investasi sebagai antisipasi penurunan suku bunga.

"Besarannya sekitar Rp3 triliun, dan kebijakan ini dilakukan agar investasi kita tetap eksis," kata Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga di Bandung, Sabtu.

Meski demikian, ia belum menyebutkan obligasi mana yang akan dibeli oleh perusahaan asuransi tenaga kerja plat merah itu, meski salah satu BUMN yakni PLN menerbitkan obligasi untuk membiayai proyek pembangkitan 10.000 MW tahap II.

"Belum tentu beli obligasi PLN, pokoknya kita akan mengkaji dulu. Namun pengalihan sebagian investasi ke obligasi memang sudah pasti," katanya.

Hotbonar Sinaga menyebutkan, posisi terakhir dana investasi PT Jamsostek per 30 Agustus 2009 senilai Rp75,181 triliun. Ia mentargetkan di akhir 2009 menembus angka Rp80 triliun.

Besaran dana investasi BUMN berlogo hijau-hijau antara lain deposito senilai Rp26,057 triliun, saham Rp11,736 triliun, obligasi Rp34,075 triliun, reksadana Rp2,78 triliun, penyertaan modal Rp36 miliar dan property Rp444 miliar.

Meski obligasi tenggangnya panjang dibanding deposito, namun menurut Hotbonar tidak masalah karena obligasi menjanjikan bunga 10-12 persen.

"Penurunan suku bunga deposito memang berpengaruh bagi, sehingga harus mengambil langkah strategis. Saat ini sekitar 33 persen investasi di deposito," katanya.

Ia menyebutkan, iuran anggota Jamsostek rata-rata Rp900 miliar per bulan. Sedangkan pada Januari - Juni 2009 mencapai Rp5,68 triliun.

Namun demikian, ia menyebutkan pembayaran jamunan hari tua pada 2009 meningkat signifikan.

Sejak Januari hingga Juni 2009 klaim JHT ke Jamsostek telah mencapai Rp3,235 triliun atau sekitar 79,23 persen dari total pembayaran JHT 2008 senilai Rp3,74 triliun dan pembayaran non-JHT sebesar Rp622 miliar.

"Kecenderungan pembayaran JHT meningkat signifikan, tahun ini banyak PHK akibat krisis global. Hingga Juni lalu telah mencapai Rp3,23 triliun," kata Hotbonar.

Pada kesempatan itu, Dirut PT Jamsostek mengimbau para Kepala Cabang Jamsostek untuk lebih proaktif menjaring kepesertaan Jamsostek. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009