Jakarta (ANTARA News) - Jenazah Noordin M Top, buronan berbagai tindak pidana terorisme selama sembilan tahun terakhir ini telah berada di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kamis pagi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna di Jakarta mengatakan, jenazah telah dibawa keluar dari RS Polri tadi pagi sekitar pukul 02.30 WIB.

"Saat ini, jenazah telah berada di bandara dan sedang ada koordinasi antara Polri, kepolisian Diraja Malaysia dan pihak terkait disana," katanya.

Ia mengatakan, jenazah akan diterbangkan ke Malaysia pukul 11.10 WIB dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia.

Nanan mengakui, bahwa sebelumnya ada kesepakatan antara antara kepolisian Malaysia, Kedubes Malaysia di Jakarta, RS Kramat Jati dan Polri bahwa pada pukul 08.00 WIB hari ini, jenazah Noordin baru akan dibawa dari RS Polri.

Akan tetapi, Yayasan Permata Suci (yayasan yang sering mengurus jenazah orang Malaysia) meminta agar pada pukul 06.00 WIB, jasad Noordin harus sudah ada di bandara sehingga pukul 02.30 WIB dinihari , jasad Noordin sudah keluar dari RS Kramat Jati.

"Saat ini petugas Polri, Kedubes Malaysia juga sudah di bandara," kata Nanan.


Istri Noordin

Isteri Noordin yang tinggal di Malaysia, Siti Rahma dan kakak Noordin, Yahya M Top tiba di Jakarta, Rabu (1/10) dengan didampingi tiga polisi Malaysia.

Usai bertemu Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Pol Saud Usman Nasution, mereka ke RS Polri untuk melihat jasad Noordin.

Di rumah sakit itu, dua isteri Noordin lainnya yakni Munfiatun dan Arina juga melihat jenazah.

Mereka dapat mengenali jenazah itu sebagai Noordin dengan melihat ciri khusus yang diketahui.

Noordin tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, 17 September 2009 yang didahului dengan kontak tembak selama beberapa jam.

Kendati Noordin telah mengubah penampilan dengan memelihara jambang dan jenggot lebat, Polri dapat mengenali Noordin dengan membandingkan sidik jari dan uji DNA.

Polri mendapatkan sidik jari Noordin dari kepolisian diraja Malaysia.

Sedangkan sampel pembanding DNA diambil dari keluarganya di Malaysia dan kedua anaknya di Cilacap.

Noordin adalah aktor ledakan bom malam Natal tahun 2000, bom Bali 2002, Atrium 2003, Hotel Marriot 2003. Kedubes Austrlia 2004, Bali 2005 dan JW Marriot serta Ritz-Carlton 2009.

Selain itu, Noordin juga ,terlibat dalam penemuan bom di Palembang, Sukoharjo, Slemen dan Wonosobo serta Jatiasih, Bekasi.

Seorang warga Malaysia lain Azahari telah tewas tertembak di Kota Batu, Jawa Timur tahun 2005.

Azahari pintar membuat bom sedangkan Noordin ahli merekrut pengikut termasuk mendoktrin menjadi pelaku bom bunuh diri.

Diduga, keduanya telah menurunkan kemampuannya kepada pengikutnya di Indonesia sebab perekrut pelaku bom bunuh diri di Hotel Marriot-Ritz Carlton bukan Noordin melainkan Syaifuddin yang kini menjadi buron.

Sedangkan perakit bom di kedua hotel itu adalah Ario Sudarso.

Ario juga merakit bom yang ditemukan polisi di Palembang, Cilacap dan Jatiasih, Bekasi.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009