Sumber daya manusia faktor penting dalam membangun bisnis UMKM

Sumber daya manusia faktor penting dalam membangun bisnis UMKM

Pekerja UMKM menyelesaikan tahap produksi mebel kayu jati di Desa Mekar Agung Lebak, Banten, Minggu (28/6/2020) ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/foc

Human capital adalah satu faktor penting yang tidak tergantikan dan harus terus ditingkatkan kemampuannya maupun jumlahnya untuk membangun sebuah bisnis
Jakarta (ANTARA) - Senior EVP PT Pegadaian (Persero) Eko Susetyono menilai sumber daya manusia atau human capital merupakan faktor penting dalam membangun bisnis, khususnya UMKM.

"Human capital adalah satu faktor penting yang tidak tergantikan dan harus terus ditingkatkan kemampuannya maupun jumlahnya untuk membangun sebuah bisnis," ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Selain itu dia menambahkan bahwa UMKM memiliki peran sentral dalam perputaran roda ekonomi Indonesia.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia diperkiraan mencapai 75 persen. Pegiat UMKM diminta terus kreatif dan aktif beradaptasi dengan cara-cara yang disampaikan dalam buku “Learning 5.1, duluan tiba di masa depan”.

Sebelumnya pakar manajemen sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi Alex Denni menilai kemampuan learning agility merupakan hal terpenting bagi pekerja di era digital saat ini, bukan kompetensi. Learning agility sendiri secara sederhana dapat diterjemahkan yakni kemauan dan kecepatan belajar.

Oleh karena itu Alex mengajak semua pihak untuk tidak membanggakan kompetensi, karena yang mestinya dibanggakan oleh para pekerja di era digital saat ini adalah kemauan dan kecepatan pekerja untuk belajar dalam menguasai skill baru.

Lebih lanjut Alex mengatakan bahwa terkait masing-masing pekerja memiliki kemampuan pembelajaran atau learning terhadap skill baru yang berbeda-beda.

'Ada orang yang mau belajar tapi lama, namun ada juga orang yang belajarnya cepat tapi tidak mau belajar. Untuk yang terakhir ini harus mencari tahu kenapa pekerja tersebut tidak mau belajar. Mungkin pelajarannya membosankan, mungkin caranya monoton atau dia dipaksa masuk kelas. Dengan demikian mesti dicari learning preference pekerja itu," katanya.

Kalau sudah diketahui learning preference pekerja tersebut, maka kemauan belajar akan tumbuh sehingga tinggal bagaimana seberapa cepat pekerja tersebut belajar menguasai skill baru.

Baca juga: Menkop UKM buka pelatihan dan peningkatan SDM KUMKM Sleman
Baca juga: Perbankan diharapkan bantu UMKM kembangkan SDM nasional
Baca juga: Kemenkop: Peningkatan SDM UMKM lesatkan pertumbuhan ekonomi

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ulang tahun ke-13, FHCI luncurkan majalah digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar