Formula 1

Pebalap F1 bersatu melawan rasisme jelang GP Austria

Pebalap F1 bersatu melawan rasisme jelang GP Austria

Spanduk bergambar para pebalap F1 dan pesan kampanye #WeRaceAsOne terpasang di atas tribun Sirkut Red Bull Ring, Austria di saat F1 melanjutkan musim yang tertunda karena pandemi virus corona. (2/7/2020). ANTARAReuters/Leonhard Foeger

Jakarta (ANTARA) - Jelang start Grand Prix (GP) Austria, Minggu, para pebalap Formula 1 akan bersatu menunjukkan dukungan mereka terhadap perang melawan rasisme.

Asosiasi pebalap Grand Prix GPDA menyatakan jika para pebalap telah menggelar pertemuan virtual untuk membahas bagaimana cara terbaik dalam menerjemahkan dukungan kolektif mereka di trek Red Bull Ring nanti.

"Semua 20 pebalap bersatu dengan tim mereka melawan rasisme dan prasangka, di waktu yang sama merengkuh prinsip keberagaman, kesamaan dan inklusi serta mendukung komitmen Fomula 1 untuk hal ini," demikian GPDA seperti dikutip Reuters, Sabtu.

GPDA memberi kebebasan kepada para pebalap untuk bagaimana mereka menunjukkan dukungannya.

Baca juga: Bottas ungguli Hamilton untuk pole position Grand Prix Austria
Baca juga: Ferrari terpaksa lepas Vettel karena pandemi, kata Binotto


Pebalap Prancis Romain Grosjean mengungkapkan kepada media jika ia akan berlutut sebelum lomba.

"Aku tadinya tidak terlalu senang berlutut, tapi setelah aku membaca lebih banyak tentang itu dan sekarang aku tahu itu adalah gerakan sportif untuk menunjukkan kalian melawan rasisme dan itu tidak terkait dengan gerakan politis apapun," kata pebalap Haas itu.

"Jadi secara pribadi aku akan berlutut."

Juara dunia enam kali Lewis Hamilton akan mendapati tulisan "Black Lives Matter" di helmnya, demikian juga juara dunia empat kali Sebastian Vettel.

Hamilton menjadi salah satu pebalap yang vokal menyuarakan dukungannya terhadap perang melawan rasisme dan mendorong keberagaman, tak terkecuali di F1.

Dia bahkan sempat turun ke jalanan London mengikuti aksi damai "Black Lives Matter" yang menyoroti kematian George Floyd, pria kulit hitam Amerika Serikat yang tewas karena kebrutalan polisi di Minneapolis.

Baca juga: Ricciardo terbuka matanya soal rasisme menyusul komentar Hamilton
Baca juga: Tolak protes Red Bull, F1 nyatakan sistem kemudi baru Mercedes legal

Musim ini, pebalap asal Inggris itu akan membalap menggunakan Mercedes W11 yang dibalut livery hitam, sebagai salah satu komitmen tim dalam isu yang sama.

Tulisan "End Racism" atau "Akhiri Rasisme" juga terpampang di bagian Halo mobil Mercedes.

"Suara kita sangat kuat dan jika kita membawanya bersama kita bisa memiliki dampak yang sangat besar," kata Hamilton.

Baca juga: Pernyataan Formula 1 tentang komentar berbau rasisme Ecclestone
Baca juga: McLaren anggap Racing Point rival berat di papan tengah

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar