Jakarta (ANTARA News) - BUMN yang bergerak di bidang jasa sertifikasi, survey dan inspeksi, PT Sucofindo, mendapatkan pengakuan dari "International Electrotechnical Commission" (IEC) untuk melakukan pengujian dan sertifikasi produk elektrik dan elektronika Indonesia.

Sucofindo akan menggunakan skema "Worldwide System for Conformity Testing and Certification of Electrotechnical Equipment and Components" atau yang dikenal "IECEE CB Scheme" dalam menerbitkan sertifikat barang elektronik.

Dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, Sucofindo menjelaskan, "CB Scheme" diharapkan mampu menekan hambatan di kancah perdagangan global. Hal itu berkaitan dengan keharusan memiliki sertifikasi yang dapat diterima di semua negara. Saat ini "CB Scheme" merupakan satu standar, satu pengujian yang dapat diterima di berbagai negara.

"Pengalaman sebagai lembaga sertifikasi produk dalam SNI yang didukung laboratorium uji yang lengkap, serta tenaga profesional dan sistem manajemen yang kami miliki adalah beberapa faktor penting dalam memperoleh pengakuan dari IEC," kata Direktur Utama Sucofindo Arief Safari.

Menurut Arief, melalui "CB Scheme" pabrikan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk memasarkan produk mereka secara global. Sertifikasi ini memberi kepastian bahwa produk yang digunakan aman karena telah memenuhi standar internasional yang diantaranya terkait dengan aspek keselamatan, lingkungan dan kesehatan.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan, ekspor produk peralatan elektrik dan elektronika Indonesia ke pasar dunia selama tahun 2004 hingga 2008 mengalami penurunan 1,52 persen, namun ekspor produk tersebut untuk tujuan negara-negara ASEAN naik 11,06persen.

Beberapa produk yang mengalami kenaikan ekspor cukup tinggi ke ASEAN tersebut adalah audio video, pengatur suhu dalam ruangan (AC) dan baterai primer. Rata-rata ekspor produk elektrik dan elektronika Indonesia selama tahun 2004 hingga 2008 adalah 597.273.949 dolar AS dimana untuk tujuan negara-negara ASEAN adalah sebesar 109.961.885 dolar AS.

Sementara itu, impor produk elektrik dan elektronika Indonesia dalam periode yang sama mengalami kenaikan 25,81 persen. Impor dari negara-negara ASEAN naik 30,62 persen, terutama yang cukup tinggi adalah AC, mesin cuci dan setrika listrik. Rata-rata impor produk elektrik dan elektronika selama 2004 hingga 2008 adalah 288.382.617 dolar AS dengan impor dari negara-negara ASEAN sebesar 171.466.858 dolar AS.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009