Menteri PPPA: 135 Puspaga perkuat pengasuhan anak di keluarga

Menteri PPPA: 135 Puspaga perkuat pengasuhan anak di keluarga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kedua kanan) berbincang dengan anak-anak pengungsi korban bencana longsor di Kampung Cigobang, Lebak, Banten, Kamis (9/7/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr/nz

orang tua perlu bekerja ekstra dalam mendampingi anak-anaknya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan telah ada 135 Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di seluruh Indonesia untuk memperkuat pengasuhan anak di tingkat keluarga.

"Puspaga merupakan salah satu upaya konkret Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam memperkuat keluarga dalam pengasuhan anak, meskipun belum merata di seluruh Indonesia," kata Bintang dalam jumpa pers virtual Hari Anak Nasional 2020 yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Bintang berharap keluarga Indonesia bisa memanfaatkan Puspaga sebaik-baiknya untuk berkonsultasi baik dalam bidang pengasuhan anak, konseling keluarga, maupun hubungan suami-istri, didampingi oleh anak-anaknya.

Selain melalui Puspaga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga melakukan upaya penguatan pengasuhan anak berbasis keluarga melalui berbagai bentuk komunikasi, informasi, dan edukasi lainnya.

"Berbicara soal pengasuhan, pada saat situasi biasa saja orang tua bisa mengalami kesulitan. Apalagi saat ini pada masa pandemi dan era digital. Orang tua perlu bekerja ekstra dalam mendampingi anak-anaknya," tuturnya.

Baca juga: Menko PMK: Perlindungan anak tentukan keberhasilan Indonesia emas
Baca juga: Menteri Agama: Anak tentukan masa depan Indonesia


Bintang mengatakan salah satu tujuan peringatan Hari Anak Nasional adalah meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan anak.

Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli oleh anak-anak Indonesia yang ada di seluruh negeri maupun di luar negeri.

Peringatan Hari Anak Nasional 2020 dilaksanakan secara virtual karena masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Peringatan secara virtual untuk memastikan anak-anak Indonesia yang tetap di rumah bisa tetap bergembira meskipun terdapat pandemi COVID-19," kata Bintang.

Bintang berharap penyelenggaraan secara virtual tidak mengurangi makna Hari Anak Nasional untuk mewujudkan pelindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus dan aset bangsa.

Baca juga: Sejumlah penghargaan diberikan KPAI pada Hari Anak Nasional 2020
Baca juga: Kemen PPPA: Dua dari tiga anak Indonesia pernah alami kekerasan
Baca juga: Wapres semangati anak-anak tetap optimistis di masa pandemi

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar