IOM puji Indonesia dalam pencegahan perdagangan orang

IOM puji Indonesia dalam pencegahan perdagangan orang

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Misi International Organization for Migration (IOM) Louis Hoffman menyampaikan penghargaan kepada Indonesia melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang diketuai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, karena dukungan, komitmen, dan kepemimpinan dalam memerangi perdagangan orang.

"IOM terus berkomitmen untuk memerangi perdagangan orang bersama dengan pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, kelompok berbasis kepercayaan, sektor privat, komunitas internasional dan masyarakat luas lainnya," kata Louis dalam Dialog Nasional Peringatan Hari Dunia Antiperdagangan Orang yang diadakan secara daring di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Menteri PPPA: Perdagangan orang langgar harkat martabat manusia

Baca juga: Korbannya besar, Menteri PPPA: Indonesia negara asal perdagangan orang


Louis mengatakan 2020 merupakan 20 tahun peringatan adopsi Konvensi PBB tentang Protokol Palermo, yaitu protokol untuk mencegah, menekan, dan menghukum perdagangan orang, terutama perempuan dan anak.

Protokol Palermo merupakan protokol yang pertama kali menetapkan definisi internasional mengenai perdagangan orang yang terus berlaku hingga kini, termasuk menjadi rujukan bagi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia.

"Sejak ratifikasi Protokol Palermo, dunia terus menghadapi risiko-risiko dan tantangan-tantangan baru dalam memerangi perdagangan orang," tuturnya.

Louis mengatakan kemitraan dan kerja sama sangat penting dalam menyukseskan usaha memerangi perdagangan orang, mencakup kemitraan dengan sektor privat, serikat pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: KPPPA: Perdagangan orang sasar korban secara daring

Menurut Louis, komunitas antiperdagangan orang, termasuk di Indonesia, harus terus berevolusi dan beradaptasi terhadap berbagai tantangan baru, termasuk pandemi COVID-19, dan berusaha menemukan cara-cara inovatif untuk mengidentifikasi tren dan kerentanan.

"Dua dekade Protokol Palermo merupakan saat yang tepat bagi kita untuk merefleksikan pencapaian-pencapaian yang telah kita lewati, mempertimbangkan bagaimana perdagangan orang telah berkembang, cara-cara penipuan dan pemaksaan yang digunakan, serta tren-tren migrasi," ucapnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan dialog nasional bertema "Mari Lawan Sindikat Perdagangan Orang dan Akhiri Perdagangan Orang" dalam rangka Hari Dunia Antiperdagangan Orang bekerja sama dengan IOM.

IOM merupakan lembaga PBB yang bergerak di bidang migrasi manusia.

Baca juga: IOM: Kasus pekerja migran tidak bisa diselesaikan satu institusi

Baca juga: IOM: Indonesia perlu segera implementasi Kesepakatan Global Migrasi

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar