Brisbane (ANTARA News) - Kematian gembong separatis Papua Barat, Kelly Kwalik, di tangan personil tim Densus 88/Antiteror Polri yang menyergapnya di sebuah rumah di daerah Kwangki Lama Mimika, Rabu dinihari, menarik perhatian Radio Australia.

Perihal kematian pentolan Organisasi Papua Barat (OPM) itu diberitakan Radio Australia dengan mengutip penjelasan Polri. Kematian Kelly Kwalik ini dipandang media utama Australia ini sebagai "pukulan serius" bagi gerakan separatis di wilayah paling timur Indonesia itu.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, Kelly Kwalik ditembak setelah yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan senjata api jenis revolver ke arah petugas yang berupaya menangkap buronan itu.

"Korban sempat kami bawa ke Rumah Sakit Kuala Kencana untuk mendapat pertolongan namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan," katanya.

Dalam masalah Papua, Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith berulang kali menyampaikan sikap pemerintahnya yang mendukung penuh integritas wilayah dan kedaulatan RI pada Provinsi Papua dan Papua Barat karena itu adalah cara terbaik untuk merespons isu-isu Papua.

Canberra juga menilai otonomi lebih luas yang telah diberikan pemerintah RI kepada kedua provinsi itu sudah benar dan akan terus didukung.

Berkaitan dengan dinamika kondisi keamanan di Papua, pemerintah dan media Australia sempat menyoroti kasus penembakan yang menewaskan seorang warga negaranya yang bekerja di PT Freeport Indonesia Juli lalu.

Warga Australia yang tewas dalam sebuah penyerangan di Mile 53, Timika, pada 11 Juli 2009 itu adalah Drew Nicholas Grant (38).

Insiden penembakan Drew Grant di Mile 53 itu terjadi ketika mobil naas jenis LWB bernomor lambung 01-2587 yang dikemudikan Jon Biggs melaju menuju Timika dari Tembagapura. Ia tertembak di bagian dada dan leher. Polisi Federal Australia (AFP) bersama Polri sempat melakukan penyelidikan atas kasus kematian Grant ini.

Pada 2002, insiden penembakan terhadap warga negara asing juga terjadi di Timika. Ketika itu kelompok separatis Papua terlibat dalam penembakan dua orang guru warga Amerika Serikat.

Kelompok separatis Papua yang terlibat adalah grup pimpinan Antonius Wamang. (*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009