Jakarta (ANTARA News) - Ribuan pengunjung yang mayoritas menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, serta bus mulai memadati areal parkir maupun arena permainan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat.

ANTARA melaporkan bahwa antrian panjang kendaraan roda dua maupun empat terjadi di pintu masuk I utama mulai pukul 09.30 WIB.

Warga sengaja berkunjung ke TMII untuk mengisi liburan pergantian tahun sekaligus liburan panjang siswa sekolah setelah mengikuti ujian.

Arus lalu lintas kendaraan yang memasuki areal parkir Utara TMII terlihat tersendat karena dipenuhi kendaraan pengunjung.

Seorang pengunjung asal Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sugeng Sutrisno mengatakan dirinya rela antri panjang menggunakan motor di pintu masuk TMII karena ingin mengajak keduanya mengisi liburan di TMII dengan pertimbangan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya.

"Harga tiketnya juga cuma Rp9.000 per orang," ujar Sugeng.

Berdasarkan pos pengamanan (Pospam) di Parkir Utara TMII, jumlah personil gabungan yang siaga pada Jumat (1/1) sekitar 93 orang terdiri dari delapan petugas pospam, tiga anggota samapta, empat anggota reserse kriminal, tujuh anggota lalulintas, 60 satpam, enam linmas dan lima petugas kesehatan.

Perayaan

Sementara itu, Pospam TMII mencatat jumlah pengunjung mencapai 16.000 orang pada pergantian malam tahun baru 2010 pukul 24.00 WIB di TMII, sedangkan jumlah kendaraan 2.175 unit terdiri dari 525 unit mobil pribadi, 1.600 unit motor dan 50 unit taksi.

Petugas pospam TMII juga memantau tidak ada kejadian yang menonjol atau laporan kehilangan selama perayaan malam pergantian tahun baru itu, pengunjung mulai membubarkan diri sekitar pukul 02.00 WIB.

Selama operasi Lilin sejak 23 Desember 2009 hingga 4 Januari 2010, anggota gabungan yang bertugas mengamankan situasi di lokasi wisata TMII mencapai 1.400 personil.

Anggota gabungan pengamanan itu terdiri dari TNI sebanyak 56 orang, Dinas Perhubungan (25 orang), Pemadam Kebakaran (12 orang), Satpol PP (80 orang) dan Polisi (1.227 orang).
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010