Medan (ANTARA News) - Nilai impor Sumut dari China hingga November 2009 mencapai 22,52 persen atau terbesar dari total keseluruhan impor daerah itu yang mencapai 2,3 miliar dolar AS.

"Meski secara keseluruhan nilai impor dari China tahun ini turun sebesar 31,69 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 771,609 juta dolar AS , tetapi masih saja tertinggi dibandingkan dari negara lain atau mencapai 527,063 juta dolar AS," kata Kepala BPS Sumut, Alimuddin Sidabalok, di Medan, Senin.

Sumut mengimpor antara lain berupa produk pakaian jadi, sepatu,sandal, pupuk, besi dan plastik dan barang dari plastik serta barang elektronik.

Dia memperkirakan, nilai impor Sumut dari China itu akan semakin meningkat pada tahun ini menyusul adanya Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China.

Dimana dengan FTA ASEAN-China itu, barang dari China akan semakin bebas masuk ke Sumut yang selama ini juga sudah membanjiri pasar.

Setelah China, kata dia, nilai impor terbesar Sumut berasal dari Singapura dengan total hingga November 2009 sebesar 487,141 juta dolar AS dan Malaysia serta Amerika Serikat yang masing-masing 205,977 juta dolar AS dan 151,448 juta dolar AS.

Austarlai, India, Argentina, Jepang, Thailand dan Korea Selatan juga masuk dalam 10 besar negara asal barang impor Sumut.

Ke-10 negara itu memberikan kontribusi 81,17 persen dari total nilai impor 2009 yang 2,340 miliar dolar AS.

Sebelumnya Sekretrais Asosiasi Pengusaha Indoensia (Apind) Sumut, Laksmanan Adiyaksa, mengatakan, dikhawatirkan, pengusaha Sumut memilih menjadi pedagang ketimbang menjalankan usaha berbagai produknya nya yang juga dihasilkan China.

China bisa menjual produknya dengan harga jauh lebih murah dari yang ditawarkan Indonesia maupun negara lainnya dan itu menjadi salah satu alternatif bagi konsumen untuk membeli produk asal China itu.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010