London (ANTARA News) - KBRI Roma bersama warga Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Indonesia-Italia (PII) Milano,baru-baru ini mengadakan doa bersama untuk almarhum Gus Dur,Presiden RI ke-4, serta keselamatan WNI yang berada di tanah air maupun di Italia.

Acara yang diadakan PII dihadiri lebih dari 150 orang terdiri atas warga Indonesia yang berdomisili di Milan serta kawasan Italia Utara dan Tengah lainnya itu hadir Dubes RI untuk Italia beserta Ny Dewi Oemar.

Counselor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa kepada koresponden Antara London, Rabu mengatakan bahwa acara doa tersebut dibalut dalam perayan syukuran Natal dan Tahun Baru 2010 di Vimodrone, Milan , Italia Utara.

Menurut Musurifun Lajawa, sepertiga dari populasi warga Indonesia di Italia merupakan pasangan campuran mixed-couple atau bersuamikan Warga Negara Italia dan memiliki anak-anak "berkewarganegaraan-ganda sementara" sampai usia 18 tahun.

Dalam perayaan itu, ditampilkan pertunjukan seni Indonesia tradisional maupun kontemporer oleh putra- putri Indonesia serta diikuti santap siang dengan menu tanah air.

Dalam sambutannya, Dubes Indonesia untuk Italia, Oemar mengingatkan masyarakat Indonesia di Italia untuk selalu menjaga persatuan walaupun terdapat perbedaan keyakinan maupun suku bangsa.

Persatuan, menurut Dubes Oemar, bukan untuk menyeragamkan, tetapi untuk saling menghargai perbedaan-perbedaan sehingga tercapai kedamaian dan kekompakan sebagaimana tercermin dalam acara kemasyarakatan acara itu.

Untuk memeriahkan suasana, Dubes ikut melantunkan lagu bersama band dan penyanyi remaja Indonesia di Milan serta mengajak semua hadirin untuk berjoget bersama dengan Ketua PII Milan, Ngajari Kaban dan Ketua ITPC(Indonesia Trade Promotion Center) Milan, Mudo Supriyanto.

Kedai konsuler
Dalam kesempatan itu KBRI Roma membuka pelayanan "Kedai Konsuler" untuk warga Indonesia melayani permintaan perpanjangan paspor atau pembuatan paspor baru, legalisasi, lapor diri dan konsultasi terkait masalah masalah kekonsuleran lainnya.

"Kedai Konsuler" dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang tinggal ratusan kilometer dari Roma.

Pelayanan "jemput bola" diadakan Fungsi Protokol dan Konsulat KBRI Roma di kota-kota Italia dengan populasi warga Indonesia yang cukup besar dan letaknya jauh dari Roma, itu diadakan sekali tiap tiga bulan,demikian Musurifun Lajawa.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010