LLDIKTI III minta kampus adaptif hadapi tantangan pandemi COVID-19

LLDIKTI III minta kampus adaptif hadapi tantangan pandemi COVID-19

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan (LLDIKTI) Wilayah III Prof Dr Agus Setyo dalam pelantikan Rektor Untar di Jakarta, Senin (31/8). (ANTARA/Indriani)

sejumlah kampus terutama perguruan tinggi swasta mengalami kesulitan, namun meminta agar pimpinan perguruan dapat mengubah situasi itu menjadi sebuah kekuatan.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan (LLDIKTI) Wilayah III Prof Dr Agus Setyo meminta agar kampus adaptif dan dapat terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pada pandemi COVID-19.

”Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan pandemi COVID-19 ini berakhir. Mungkin baru bisa berakhir setelah vaksin ditemukan. Mudah-mudahan sesuai dengan yang dijanjikan yakni pada Januari 2021," ujar Agus Setyo dalam sambutannya pada pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas Tarumanaga yang dilakukan secara daring di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan meski saat ini sejumlah kampus terutama perguruan tinggi swasta mengalami kesulitan, namun meminta agar pimpinan perguruan dapat mengubah situasi itu menjadi sebuah kekuatan. Untuk itu diperlukan kepemimpinan yang agile atau lincah.

Situasi pandemi COVID-19, lanjut dia, dapat dijadikan momentum agar PTS maupun PTN berkolaborasi dalam menerapkan kebijakan Kampus Merdeka.
Baca juga: Puan minta kampus lakukan terobosan inovatif hadapi pandemi

"Walaupun situasi pandemi tidak menentu, Untar tidak mengendurkan bahkan senantiasa berkembang dengan dilantiknya Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan sebagai rektor," kata dia.

Dia memuji sosok Rektor Untar yang memiliki karakter yang lincah dan tangkas. Karakter mampu bekerja, beradaptasi dengan cepat, tahan banting, adaptif, dan responsif.

"Semoga ke depannya semakin maju dan cemerlang, dan semakin banyak menghasilkan inovasi-inovasi untuk kemajuan bangsa," imbuh dia.

Rektor Untar, Prog Dr Ir Agustinus Purna Irawan, mengatakan pihaknya akan berupaya meningkatkan peran perguruan tinggi pada dunia pendidikan Indonesia.

Dengan Program Kampus Merdeka yang sudah dijalankan kampusnya, pihaknya akan mendorong sivitas akademika agar dapat menghasilkan karya-karya akademis yang dapat langsung membawa manfaat bagi masyarakat luas sekaligus menjalankan kebijakan Kemendikbud.
Baca juga: Presiden Jokowi: Kuliah daring jadi "next normal"

Pihaknya akan berfokus untuk melaksanakan program internasionalisasi dengan membangun kolaborasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, kelas internasional, dan memperbanyak jumlah mahasiswa asing.

"Untar memiliki potensi besar untuk dapat menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di tanah air, dengan pendidikan mengacu internasional dengan tetap mengembangkan potensi dan kearifan lokal serta karakter budi luhur berlandaskan Pancasila," imbuh Agustinus.

Pelantikan tersebut juga dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Dr Gunardi, SH MH dan Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Yohanes Bayu Samodro.
Baca juga: Tantangan kuliah daring bagi dosen dan mahasiswa

Pewarta: Indriani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Masih banyak PTS di Kalimantan enggan salurkan KIP Kuliah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar