Dolar jatuh, yen dan franc menguat saat saham AS diterpa aksi jual

Dolar jatuh, yen dan franc menguat saat saham AS diterpa aksi jual

Uang kertas Jepang 10000 yen dan uang kertas 100 dolar AS. ANTARA/Shuuterstock/pri. (ANTARA/Shuuterstock)

New York (ANTARA) - Yen Jepang dan franc Swiss menguat terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena aksi jual yang melanda pasar saham Amerika Serikat setelah indeks-indeks utama mencatat rekor penutupan tertinggi mereka, mendorong para investor beralih ke mata uang safe-haven.

Penurunan besar di Apple Inc, Amazon.com, Microsoft dan induk perusahaan Google, Alphabet, mendorong indeks-indeks utama Wall Street lebih rendah pada Kamis (3/9/2020), di jalur untuk penurunan satu hari terdalam sejak Juni.

Para analis mengatakan bahwa gerakan tersebut secara luas didorong oleh data ekonomi lemah yang menyoroti kekhawatiran tentang pemulihan lebih lama dan sulit.

Dolar melemah 0,1 persen terhadap yen Jepang dan akan mengakhiri sesi Amerika Utara lebih rendah untuk pertama kalinya sejak minggu lalu. Terhadap franc Swiss, dolar melemah 0,15 persen menjadi 0,909 franc.



Baca juga: Dolar AS akhiri Agustus di terendah dua tahun

Baca juga: Dolar merosot karena pergeseran Fed; yen melonjak setelah Abe mundur



Tentang pasangan dolar-yen, analis di Action Economics menulis: “Karena latar belakang risiko berubah menjadi sangat negatif, pasangan yang sensitif terhadap risiko dijual ke posisi terendah 106,02. Penurunan tajam di Wall Street, bersama dengan imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah membebani."

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih besar yang diperkirakan minggu lalu. Tetapi angka tersebut masih tetap luar biasa tinggi, salah satu dari beberapa tanda bahwa pemulihan pasar tenaga kerja telah kehilangan tenaga karena pandemi COVID-19 berlanjut dan dukungan pemerintah menurun. Dan beberapa analis berpendapat bahwa penyesuaian musiman mungkin telah membuat penurunan tampak lebih besar dari sebelumnya.

"Masalah penyesuaian secara musiman berarti kami tidak dapat benar-benar membandingkan klaim awal dengan angka sebelumnya saat ini," kata Ian Lyngen, kepala analis suku bunga AS di BMO Capital Markets.

Baca juga: Dolar AS menguat ditopang data ekonomi positif


“Kesimpulan kami adalah bahwa metodologi penyesuaian membuat penurunan klaim awal tampak lebih besar dari yang sebenarnya.”

Pada Jumat (4/9/2020), Departemen Tenaga Kerja akan merilis laporan pekerjaan yang diawasi ketat untuk Agustus.

Terhadap euro, dolar hampir datar. Pada pagi hari, dolar mencapai tertinggi seminggu karena investor memangkas taruhan terhadap greenback dan menjual euro di tengah kekhawatiran bahwa Bank Sentral Eropa mencemaskan kenaikannya. Lonjakan tersebut telah mengangkat greenback dari level terendah 28-bulan terhadap sekeranjang mata uang yang dicapai pada Selasa (1/9/2020).

Indeks dolar AS terakhir naik 0,09 persen menjadi 92,78. Angka ini 1,12 persen lebih tinggi dari posisi terbawah pada Selasa (1/9/2020).


Baca juga: Dolar menguat, ditopang sejumlah data baru ekonomi AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kominfo dorong pemanfaatan komputasi awan, percepat pertumbuhan ekonomi digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar