Pastikan stok aman, Mentan cek gudang pupuk subsidi BUMN

Pastikan stok aman, Mentan cek gudang pupuk subsidi BUMN

Pekerja melakukan bongkar muat pupuk Urea bersubsidi untuk didistribusikan ke wilayah Kota, Kabupaten Bogor dan Depok di Gudang Lini 3, PT Pupuk Kujang, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.

Pesan saya, kesiapan pupuk kita cukup baik
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan peninjauan ke gudang pupuk milik dua anak perusahaan BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang dan PT Petrokimia Gresik, guna memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi jelang musim tanam kedua pada Oktober mendatang.

"Saya sudah jalan di beberapa provinsi, dan hari ini saya ada di Jawa Barat. Ada dua gudang pupuk yang hari ini saya lihat, punya Pupuk Kujang dan punya Petrokimia Gresik. Pesan saya, kesiapan pupuk kita cukup baik," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo di sela kunjungannya di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu.

Mentan disambut langsung oleh Plt Bupati Indramayu Taufik Hidayat, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi, dan Direktur Operasi & Produksi Pupuk Kujang Robert Sarjaka.

Mentan mengungkapkan, dirinya mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk terus melakukan cek ulang terhadap kesiapan, ketersediaan dan ketepatan distribusi pupuk. Hal tersebut juga harus diimbangi dengan produktivitas hasil pertanian.

"Jadi kalau kita kasih pupuk, harus bisa dijamin produktivitasnya naik. Bukan cuma bagi-bagi saja, tapi harus diyakinkan oleh Bapak Bupati Indramayu, kalau ditambah pupuknya segini, produktivitasnya akan naik," ungkapnya.

Oleh karena itu, Mentan memastikan ketersediaan stok pupuk aman.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah yang aman.

Ia menjelaskan untuk stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang Kabupaten Indramayu sampai dengan 31 Agustus 2020 mencapai 7.340 ton.

Sedangkan realisasi penyaluran wilayah Indramayu untuk Urea mencapai 48.950 ton atau 101 persen dari ketentuan dinas pertanian sebesar 48.036 ton.

Selain pupuk urea, kesiapan stok Petroganik sebanyak 714 ton atau 1.758 persen dari ketentuan stok sebesar 40 ton.

"Stok pupuk tersebut kami siapkan di gudang untuk siap disalurkan kapanpun jika alokasi subsidi ditambah untuk petani, sehingga petani tidak perlu menunggu lama untuk mengaplikasikan pupuknya," kata Maryadi.

Sementara itu, stok pupuk urea bersubsidi wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah tercatat sebanyak 122.533 ton atau 1.147 persen dari ketentuan Distan sebesar 10.687 ton.

Sampai dengan 30 Agustus 2020, pihaknya telah menyalurkan 104 persen persen pupuk subsidi kepada petani.

"Jumlah itu setara dengan sekitar 475.818 ton pupuk, dari ketentuan Distan sebesar 457.188 ton, dan Pupuk Kujang sudah menyalurkan sesuai alokasi dari pemerintah," paparnya.

Guna mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam ERDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Kujang mewajibkan distributor agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis Urea,NPK dan Organik di setiap kios.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Maryadi juga mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan masyarakat yang aktif dalam memonitor penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Kios resmi yang tersebar di wilayah Indramayu sebanyak 460 kios.

"Saat ini kami sebagai produsen pupuk telah semaksimal mungkin menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi sesuai dengan kebutuhan yang terdata di E-RDKK dan juga kordinasi intens dengan AE & PPL agar stok terserap dengan tepat tiap wilayahnya," kata Maryadi.

Baca juga: Jelang musim tanam, Pupuk Indonesia siagakan pupuk nonsubsidi
Baca juga: Pupuk Indonesia dukung distribusi pupuk subsidi lewat Kartu Tani
Baca juga: Bentuk panja pupuk, Komisi IV perkuat pengawasan pupuk subsidi

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Agro Solution tekan ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar