Kolaborasi dibutuhkan untuk digitalisasi UMKM di kala pandemi

Kolaborasi dibutuhkan untuk digitalisasi UMKM di kala pandemi

Ilustrasi (Pixabay)

Cisco Networking Academy telah melatih lebih dari 80.000 siswa di Indonesia dalam berbagai keterampilan TIK sejak didirikan
Jakarta (ANTARA) - Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung saat ini menjadi tantangan pelaku UMKM untuk beradaptasi agar bisnisnya bisa bertahan, salah satunya dengan melakukan digitalisasi.

Menurut Director Small Business and Commercial for ASEAN at Cisco, Raz Mohamad, UMKM tidak bisa bekerja sendirian demi mewujudkan digitalisasi. Perlu kolaborasi antarpihak, termasuk pemerintah dan penyedia layanan teknologi.

"Agar UMKM dapat memanfaatkan teknologi sepenuhnya, semua pemangku kepentingan perlu ikut memainkan peran," kata Raz melalui siaran virtual, Rabu.

Baca juga: Kominfo susun strategi dorong UMKM masuk platform digital

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah telah memimpin dan telah memperkenalkan berbagai langkah untuk membantu UMKM Indonesia dalam perjalanan digital mereka.

Sementara, dari pihak Cisco sebagai penyedia layanan teknologi, mengatakan telah memiliki beberapa inisiatif, mulai dari pelatihan talenta digital, hingga di bidang teknologinya.

"Cisco Networking Academy telah melatih lebih dari 80.000 siswa di Indonesia dalam berbagai keterampilan TIK sejak didirikan," kata Raz.

"Di bidang teknologi, kami telah meluncurkan serangkaian produk dan solusi yang dirancang khusus untuk sektor UKM di bawah portofolio Cisco Designed dan memperkenalkan pembiayaan nol persen untuk pelanggan UMKM di negara ini," tambahnya.

Menurut Asia Pacific SMB Digital Maturity Study tahun 2020 oleh International Data Corporation (IDC) sesuai komisi Cisco, hampir 70 persen UKM di Asia Pasifik mempercepat digitalisasi bisnis mereka akibat pandemi COVID-19.

Sekitar 86 persen responden mengatakan mereka percaya digitalisasi akan membantu meningkatkan ketahanan bisnis terhadap krisis seperti pandemi COVID-19 saat ini.

Sebanyak 16 persen UMKM di wilayah ini sekarang berada dalam tahap kematangan digital lanjutan dibandingkan dengan 11 persen pada tahun 2019.

"Digitalisasi bukan lagi pilihan bagi UMKM. COVID-19 telah memaksa UKM untuk beralih ke digital, menjadi lebih bergantung pada teknologi untuk memastikan kelangsungan dan ketahanan bisnis," pungkas Puneet Pal Singh, Head of Communications Asia-Pacific, Japan, and China di Cisco.

Baca juga: Mengenal kematangan digital UMKM, Indonesia ada di peringkat berapa?

Baca juga: Kominfo luncurkan situs basis data UMKM Indonesia

Baca juga: Kominfo siapkan tiga program dukung UMKM selama pandemi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Kendari targetkan 1.000 UMKM adopsi teknologi digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar