Tasikmalaya (ANTARA News) - Kelompok masyarakat (pokmas) korban gempa Tasikmalaya dilatih pendidikan kemandirian dalam rangka menjalankan mekanisme penggunaan dana gempa, di gedung Korpri, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa.

Wali Kota Tasikmalaya, Drs Syarif Hidayat, didampingi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisosnakertarns) Kota Tasikmalaya, Rukmana Budiana, mengatakan, pelatihan kemandirian tersebut sebagai upaya persamaan persepsi dengan pemerintah kota Tasikmalaya dan pokmas.

Ia menjelaskan persamaan persepsi tersebut agar korban gempa yang terbentuk dalam pokmas dapat memahami prosedur penggunaan dana gempa untuk rehabilitasi masing-masing kategori kerusakan rumah korban guncangan gempa.

"Melalui bantuan ini, saya berharap tercipta kemandirian, rasa solidaritas dan partisipasi dalam masyarakat," kata Rukmana usai menghadiri pelatihan kemandirian yang dihadiri ratusan pokmas.

Ia menjelaskan, arahan pendidikan kemandirian tersebut menjelaskan mekanisme bantuan dengan melalui pokmas untuk kebutuhan bahan material dalam memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.

Selain itu, kata Rukmana, digelarnya pelatihan kemandirian untuk mewujudkan rasa solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat agar saling memahami dan membantu untuk proses rehabilitasi rumah korban gempa.

"Baik masyarakat korban gempa, dengan pemkot dapat saling bahu membahu dan membantu para korban gempa dalam membangun kembali rumah yang rusak," katanya.

Ia menjelaskan pelatihan kemandirian tersebut merupakan upaya proses pencairan dana bantuan yang selama ini belum diserahkan dari pemerintah kota Tasikmalaya kepada masyarakat korban gempa.

Kata Rukmana, apabila sudah terbentuk kesamaan pandangan antara pokmas dan pemerintah kota dalam penyaluran bantuan gempa maka dana bantuan yang sudah ada akan segera dicairkan kepada masing-masing Pokmas.

"Bantuan sudah ada di Pemkot, tapi untuk ketelitian agar tidak menjadi masalah, Pemkot terus mengupayakan dulu persepsi dengan para Pokmas sebagai pengatur bantuan di masyarakat," katanya.(PK-FPM/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010